Tim KKN-P 30 Adakan Pelatihan Pemanfaatan Cairan Eco Enzyme yang Multifungsi

  • Whatsapp
Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) 30 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan pelatihan “Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Cairan Ajaib Yang Multifungsi” di Desa Candinegoro [IST]

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) 30 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan pelatihan “Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Cairan Ajaib Yang Multifungsi” di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/3/2021).

Kegiatan pelatihan ini dilakukan Tim KKN-P-30 dengan tujuan untuk memanfaatkan sisa sampah organik yang nantinya akan diolah menjadi Eco Enzyme. Eco Enzyme adalah cairan alami sebaguna yang merupakan hasil fermentasi dari gula, sisa kulit buah atau sayuran segar dan juga air.

Bacaan Lainnya

“Sampah organik menjadi salah satu problematika Desa Candinegoro yang belum mempunyai sarana prasarana tempat pengolahan sampah organik”, ungkap Sukardi, sekertaris Desa Candinegoro. Dalam pelatihan ini, Tim KKN-P-30 didampingi oleh Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus sebagai pemateri pada pelatihan Eco Enzyme.

Pelatihan Eco Enzyme ini diikuti oleh beberapa kepala desa dan anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Al-Insan yang ada di Desa Candinegoro. Semua menyambut baik niat dari Tim KKN-P-30, bahkan Kepala Dusun Candi Dermo berencana untuk mengadakan pelatihan Eco Enzyme pada ibu-ibu PKK atau Kader setelah mengetahui berbagai manfaat yang dihasilkan dari Eco Enzyme.

Manfaat yang dihasilkan dari cairan Eco Enzyme sendiri antara lain, sebagai hand sanitaizer, sebagai pupuk organik, mencuci piring, mencuci pakaian, mencuci rambut, obat kumur, hingga untuk menyembuhkan luka-luka.

“Dengan diadakannya kegiatan pelatihan ECO Enzyme, Kami Tim KKN-P 30 berharap agar masyarakat Desa Candinegoro dapat memanfaatkan sampah Organik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan juga dapat mengasah potensi masyarakat Desa Candinegoro,” tutur Bima Setyo Purwantoro, ketua Tim KKN-P-30.

Penulis : Mifta Aulia Ramadhani dan Alfaiqoh Liddiniyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *