Tim PKM FEB Unesa Latih Guru MGMP Jatim Buat E-Modul Perbankan Syariah  

  • Whatsapp
Tangkapan layar giat Tim PKM FEB Unesa melatih guru MGMP Jatim dalam pembuatan dan penggunan E-Modul Perbankan Syariah

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tim Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB Unesa) melakukan kegiatan pelatihan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Perbankan Syariah Provinsi Jawa Timur.

Adapun tim dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) terdiri dari dosen dan mahasiswa FEB Unesa yang ikut membantu. Timnya adalah Amirul (ketua PKM) dengan anggota Luqman Hakim, Susanti, dan M. Danang Bahtiar yang merupakan dosen FEB Unesa dengan dibantu Lesta dan Dyah Mahasiswa FEB Unesa. Minggu, (12/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Judul PKM dalam kegiatan ini adalah ‘Pelatihan Penggunaan dan Pembuatan E-Modul Perbankan Syariah Bagi Guru MGMP Perbankan Syariah Provinsi Jawa Timur’.

“Kegiatan ini dimulai dari jam 08.00 WIB – selesai, pelatihan dilakukan secara daring dengan media Zoom. Kegiatan diikuti oleh semua guru-guru yang tergabung dalam MGMP Perbankan Syariah Provinsi Jawa Timur yang diketuai oleh bapak Aqiful Khoir,” ucap Amirul.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengupgrade ilmu yang dimiliki oleh guru-guru terkait pembelajaran saat ini di era pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Guru diharapkan lebih kreatif dalam membuat bahan ajar untuk semua mapel yang diajarnya dan menggunakan aplikasi yang berbasis IT.

“Pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan berpengaruh pada seluruh aspek, tak terkecuali bahan ajar yang digunakan oleh pendidik. Bahan ajar adalah alat bantu yang digunakan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami tujuan pembelajaran,” ungkap Amirul.

Amirul menambahkan, bahan ajar terbagi menjadi bahan ajar cetak (buku, modul, lembar kerja peserta didik), teknologi (e-modul dan e-book), praktek (lembar observasi dan lembar wawancara), dan keperluan interakasi manusia (telepon dan handphone). Bahan ajar berbasis teknologi salah satunya adalah e-modul.

“E-modul merupakan media pembelajaran non cetak dalam bentuk file lunak yang bertujuan melatih kemandirian peserta didik dalam belajar, efisien dalam distribusi produk, dan memiliki tujuan pembelajaran yang bersumber berdasarkan tingkah laku,” tuturnya.

Proses pembuatan e-modul membutuhkan aplikasi tambahan untuk menghasilkan output berupa file lunak. Salah satu aplikasi yang mudah digunakan dalam pembuatan e-modul yaitu Flip PDF Professional.

“Aplikasi Flip PDF Professional merupakan software pembuat bahan ajar secara elektronik yang berbentuk flipbook dengan file luaran berupa HTML 5 dan flash. File dengan luaran berupa HTML 5 dan flash memudahkan pendidik dan peserta didik karena dapat diakses disemua perangkat keras seperti android, tablet, notebook,” sambungnya.

Ditambahkan Amirul, bahan ajar yang digunakan oleh guru SMK khususnya MGMP Perbankan Syariah SMK Jawa Timur pada pembelajaran jarak jauh/ Covid-19 yaitu dengan memanfaatkan google classroom, google form, buku pegangan cetak, dan modul cetak.

“Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan peneliti pemanfaatan bahan ajar tersebut kurang maksimal karena sulit memberikan pemahaman materi praktek akuntansi perbankan syariah serta file pecahan yang dikirimkan melalui google classroom membuat peserta didik bingung dalam pengolahan file. Hal ini jika berkelanjutan, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai karena tidak adanya antusias dari peserta didik,” urai Amirul.

Menurutnya, tujuan dari adanya pelatihan ini adalah memberikan alternatif dan solusi dalam mengembangkan bahan ajar yang terintegrasi teknologi sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu adaptif terhadap perubahan serta meningkatkan kualitas pendidikan jurusan perbankan syariah.

E-modul akuntansi perbankan syariah yang dirancang oleh peneliti memiliki spesifikasi sesuai dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang pedoman bahan ajar yang digunakan dalam satuan pendidikan yaitu e-modul berbasis kontekstual dengan terintegrasi QR-Code link web dan YouTube, character building, merdeka literasi, merdeka teknologi, serta soal-soal evaluasi praktek dan teori berbasis HOTS (C4 hingga C5).

“QR-Code memiliki fungsi sebagai alternatif penambah wawasan bagi peserta didik apabila kurang memahami materi yang ada pada e-modul di setiap babnya,” papar Amirul.

Terakhir, besar harapan dari tim PKM agar guru-guru MGMP Perbankan Syariah Provinsi Jawa Timur dapat mengimplementasikan aplikasi ini dalam pembelajaran daring dimata pelajaran masing-masing.

“E-modul yang telah dibuat ini dapat digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar sebagai pilihan lain selain google classroom untuk platform pembelajaran secara daring,” tutup Amirul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *