Tren DBD Meningkat Di Lamongan, Pemdes Kuluran Laksanakan Fogging

0
405

LAMONGAN. Radarbangsa.co.id – Ratusan pasien yang menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam sebulan terakhir sesuai hasil catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan. Dari jumlah tersebut, di antaranya ada yang telah meninggal dunia.

Tren pasien penderita DBD tersebut yang mengalami peningkatan menggugah Pemerintah Desa (Pemdes) Kuluran Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan bersama warga masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan melaksanakan fogging (tindakan pengasapan).

“Kegiatan ini kami laksanakan dengan tujuan untuk mencegah meluasnya penyakit DBD. Karena fogging dengan takaran obat yang sesuai memang efektif untuk membasmi nyamuk Aedes Agepty sebagai pemicu penyakit DBD,”kata Kepala Desa (Kades) Kuluran Achmad Syafik. Minggu (10/02/2019) pagi.

Terlebih, lanjut Achmad Syafik, ada 4 (empat) warga Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah yang juga terjangkit penyakit tersebut, maka dari itu kami bersama warga masyarakat segera melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Selain itu, ungkap dia, pelaksanaan fogging juga tidak bisa sembarangan. Sebenarnya standart fogging itu harus dilakukan dalam dua siklus selama satu minggu. Karena itu bertujuan untuk memberantas nyamuk dewasa yang baru melewati masa pertumbuhan.

“Namun karena Desa Kuluran tidak masuk kategori endermis tinggi, maka fogging kami laksanakan dengan siklus dua kali dalam sebulan,”ujarnya.

“Terlebih-lebih fogging untuk pengadaan obatnya tidak dipungut biaya sepeserpun, warga desa menyambut dengan antusias. Karena semua pembiayaannya diambilkan dari dana PAD (Pendapatan Asli Desa) baik mulai dari obat sampai dengan peralatan yang digunakan,”tuturnya.

Untungnya, jelas Syafik panggilan Achmad Syafik, warga Desa Kuluran ada yang bisa mengoperasikan alat fogging yang dipinjam dari Pemerintah Desa Tiwet. Di tahun depan Pemdes Kuluran akan menganggarkan untuk pengadaan alat fogging sendiri agar dalam pencegahan penyakit DBD semakin intensif.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh warga Desa Kuluran untuk menjaga kebersihan lingkungan disekitar rumahnya masing-masing. Selain itu juga melakukan pembasmian pada sarangnya dengan menebarkan bubuk Abate,”tandasnya.

Disisi lain salah satu warga Desa Kuluran Tomaji mengapresiasi atas kegiatan yang diadakan pemdes karena kesiapsiagaan dan tanggap dalam pencegahan wabah DBD.

Dalam pelaksanaan fogging tersebut selain Kepala Desa Kuluran Achmad Syafik, hadir pula Sekdes Anto, Kasi Ekbang Syukur dan warga yang mengoperasikan alat fogging Nur dan Kholis.(hd)

LEAVE A REPLY