UMKM di Jatim Lesu, Daniel Rohi Desak Pemprov Suntik Vitamin

  • Whatsapp
Anggota Komisi B DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Ir. Daniel Rohi, M.Eng., Sc., IPM

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Fenomena virus Covid -19 wabah corona saat ini membuat semua sektor menjadi lumpuh, tak terkecuali salah satu diantaranya sektor UMKM yang menjadi tumpuan perkembangan ekonomi.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Dr. Ir. Daniel Rohi, M. Eng. Sc. menyampaikan, dirinya prihatin, bahwa di tengah wabah corona ini melumpuhkan sektor perekonomian namun kita tidak boleh menyerah begitu saja apalagi para pelaku UMKM juga terasa imbas dari wabah penyakit corona saat ini.

Bacaan Lainnya

”Pemerintah harus memberikan bantuan modal berupa pinjaman lunak bagi para pelaku UMKM yang tersebar di Jawa timur sebab mereka sangat membutuhkan suntikan vitamin untuk mengembangkan usahanya,” ucap Daniel saat di temui di ruang kerjanya. Jumat, (27/3/2020).

Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, di tengah tengah wabah corona saat ini para pelaku UMKM terpukul dengan situasi ini yang tidak pernah terprediksi sehingga banyak yang merumahkan pegawainya karena produksinya berhenti.

”Kami mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk mengalokasikan anggaranya lewat penyertaan modal bagi pelaku UMKM supaya sektor UMKM tetap menggeliat sehingga domino efek berpengaruh kepada sektor-sektor yang lain mengingat UMKM punya kontribusi besar bagi perkembangan perekonomian Jawa Timur,” tambah Daniel.

Anggota Bapemperda DPRD Jatim ini mendorong ke semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemprov Jatim untuk melototi masing-masing bidang kerjanya yang terkait dengan masyarakat seperti pelaku UMKM agar dibantu karena saat ini perkembangan UMKM sangat lesu hingga turun sampai 80%.

”Komisi B DPRD Jatim mendorong kepada Pemerintah supaya menyuntikan bantuan modal dengan pinjaman lunak nya dan yang paling penting tidak memberatkan bagi peminjam terkait soal administrasinya (persyaratannya) sehingga mereka punya harapan dan tidak putus asa,” tambahnya.

Selain memberikan bantuan modal pinjaman lunak bagi UMKM, Dosen dan Peneliti di Universitas Kristen Petra Surabaya ini meminta Pemerintah Provinsi membuka akses pasar bagi mereka.

”Dalam pengembangan usaha UMKM yang Paling penting adalah pasar dagang dan ini harus di lakukan Pemerintah lewat OPD yang ada dalam membantu mengembangan usaha UMKM di Jawa Timur seperti mengadakan pameran-pameran dan mempromosikan supaya usaha mereka bisa dikenal di masyarakat luas,” tutup Daniel. (Rof/Ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *