UPTD P5A Wilayah Cidaun Gencarkan Sosialisasi Stunting

  • Whatsapp
Kepala UPTD P5A Wilayah Cidaun Dadang. S.Sos di dampingi sejumlah pemateri sosialisasikan pencegahan STUNTING di Cidaun

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P5A) wilayah Cidaun selenggarakan pemantapan kegiatan oriantasi Tim Pendamping Keluarga tahun 2021.

Dalam sambutan Kepala UPTD P5A Wilayah Cidaun DADANG. S.Sos lebih menitik beratkan pada sosialisasi pencegahan stunting di wilayah kerjanya dan strategi apa yang akan dilaksanakan dalam pencegahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Tampak hadir dalam kegiatan itu Kepala UPTD P5A Wilayah Cidaun Dadang. S.Sos, sejumlah pemateri lain diantaranya Kepala Pelayanan Pertanian Cidaun Encip. BM. SP. M.Si, Bidan, Kader, PKK, serta undangan lainnya di aula kantor camat Cidaun, Kamis, (25/11/2021).

Selanjutnya Dadang menyampaikan dan mensosialisasikan apa itu STUNTING?
Stunting adalah; “masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Untuk tingkat kecamatan Cidaun membenahi struktur organisasi SATGAS STUNTING sampai ke tingkat desa. Karena punya kegiatan banyak sasarannya pada Pos Yandu, tenaga bidan, kader, PPL, dan karena PPKM maka kegiatannya dibagi atas 3 kelas untuk kecamatan Cidaun dan 2 kelas di kecamatan Naringgul, masing-masing kelas diperkirakan sebanyak 50 peserta. Sedangkan narasumbernya banyak, mulai dari petugas kami dari UPTD P5A sebagian, puskesmas, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cidaun dan dinas lainnya.

Stunting ini ada kaitannya dengan pertanian, pendidikan, dan ini adalah langkah awal termasuk Kecamatan Naringgul. Karena orientasi ini baru dikenal, maka dilakukan sosialisasi secara meraton, dan kami belum bisa menjabarkannya seperti apa anggarannya.

Dalam pencegahan stunting di wilayah Cidaun terdapat tiga hal yang harus diperhatikan yaitu; perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”.

Kepala UPTD Balai Pelayanan Pertanian Cidaun, Encip. BM. SP. M.Si dalam materinya menyampaikan “Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Selanjutnya, dipengaruhi juga oleh pola asuh yang kurang baik terutama pada aspek perilaku, terutama pada praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita.

Selain itu, stunting juga dipengaruhi dengan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih.

“Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (seorang ibu) maka, dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu, edukasi diperlukan agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi ibu dan anaknya”, tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *