Ustadz Edy Lukito Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes Saat Pengajian

SURAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ustadz Edy Lukito mengajak semua ormas di Soloraya untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman, hal ini disampaikan saat ditemui di rumahnya di Jl. Raya Ngemplak Kab.Boyolali, pada Kamis (29/04/2021).

Edy juga mengingatkan pada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan saat berkegiatan diluar rumah juga mengajak semua masyarakat untuk mematuhi apa yang menjadi anjuran para ulama, aparat kepolisian dan juga pemerintah dalam rangka memutus rantai Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Mari kita bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi aman, tertib, terkendali dan jangan lupa dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti pengajian untuk selalu mematuhi protokol kesehatan,” kata Edy.

Hal tersebut disampaikan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah sendiri dalam hal ini telah melarang organisasi masyarakat (ormas) maupun kelompok lainnya menertibkan alias sweeping selama Ramadhan.

“Tidak ada ormas maupun kelompok lainnya yang melaksanakan kegiatan kepolisian,” kata Luthfi kepada wartawan di Semarang,” terang Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda Jateng mengingatkan bahwa tugas penertiban adalah wewenang aparat hukum. Saat ini Polda Jateng tengah menggelar Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

Luthfi meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli. “Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada saat Ramadhan dan Lebaran 2021,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menggalang tokoh-tokoh agama dan masyarakat guna mengantisipasi ancaman teroris. “Kita akan pantau terus setiap pergerakan yang arahnya ke terorisme,” tambahnya.

Pihaknya juga terus memonitor seluruh pergerakan terorisme untuk memastikan tak ada celah bagi para pelaku teroris untuk menjalankan aksinya.

“Kita akan pantau terus setiap pergerakan yang arahnya ke terorisme, Negara tak boleh kalah dengan aksi terorisme, radikalisme dan anarkisme,” jelas dia.

(Oki RB/Joko P)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *