Virus PMK, Warga Wonokerto Tekung Lumajang Sebut Belum Ada Penanganan dari Pemerintah Terkait

Puluhan hewan ternak jenis Sapi di Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung (Dok Foto Riyaman)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Puluhan hewan ternak jenis Sapi di Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang Jawa Timur diduga menderita Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menurut Wiwik Winarsih Warga Dusun Darungan Desa Wonokerto Kecamatan Tekung, Sapi peliharanya telah mati satu ekor beberapa minggu yang lalu sementara sapi milik tetangganya saat ini juga sudah diserang PMK dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

“Sapi saya mati satu ekor dan tidak ada tindakan dari desa maupun dari pemerintah sampai saat ini, “Katanya Selasa (12/07/2022)

Sementara itu Lukito (42) suami Wiwik Winarsih, mengaku Sapi peliharanya mulai sakit satu bulan yang lalu hingga saat ini belum juga sembuh.

Sementara satu ekor sebelumnya telah dijual dengan harga Rp. 3.500,000, padahal dulu sebelum adanya penyakit PMK belinya se-harga Rp. 18.500.000.

Ketiga ekor sapinya saat ini terjangkit penyakit PMK semua dan belum sembuh sementara kurang lebih total sapi peliharaan warga di Wonokerto berkisar 50 lebih ekor sapi yang menderita PMK.

Misnanto warga desa setempat juga mengatakan hal yang sama jika sapi milik warga saat ini mengalami kondisi sulit bernafas atau sesak nafas dan mengeluarkan lendir dari mulutnya secara terus menerus dan batuk serta sulit berjalan.

Masing masing warga pemilik ternak mengaku belum ada tindakan apapun dari Pemerintah hingga saat ini dan hanya pernah didata saja dari pihak desa, akan tetapi hingga saat ini belum juga ada tindakan.

“Kami kalau memanggil dokter hewan selama ini bayar sendiri kadang 100rb kadang 150rb sekali suntik padahal sudah berkali kali suntik Sapinya, “Tegasnya.

Untuk itu pemerintah daerah kabupaten Lumajang diminta melakukan tindakan cepat dalam meringankan beban masyarakat pemilik ternak.

Pihak desa Wonoker, saat dikonfirmasi melalui Kasun setempat di kantor desa, mengaku sudah mendata dan melaporkan kepada dinas terkait. “Sudah kami data semua, dan sudah kami laporkan,” tutur Eka, Kasun Dusun Darungan, Selasa (12/7).

Sementara itu dihubungi melalui pesan berantai whatsApp Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lumajang Hoiril Diani, Rabu (13/7) mengatakan jika pihaknya berterimaksih telah mendapatkan informasi tersebut dan langsung menghubungi stafnya untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Siap!, Insyaallah hari ini teman teman Puskeswan Kunir bergerak melakukan penanganan ke lokasi. Matur sembah nuwun infonya (Terimakasih infonya)”, pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.