Wabup: Selamatkan Aset Milik Negara

oleh -6 views

Lumajang, Radarbangsa.co.id – Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penertiban Barang Milik Daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (23/4/2019) pagi.

Menurut Wakil Bupati Lumajang yang akrab dengan sapaan Bunda Indah, Pemerintah Kabupaten Lumajang harus menyelamatkan aset milik negara. Beliu juga menyinggung upaya peningkatan pendapatan asli daerah ( PAD).

Menurutnya, Pemkab harus memiliki strategi khusus, yaitu inovasi dan pelaksanaan yang tepat.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi kebocoran dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah tersebut, akan digunakan aplikasi tertentu. “Aplikasi tersebut untuk meminimalisir adanya potensi kebocoran,” tegasnya.

Di pihak lain, di tempat yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa dalam upaya optimalisaai pendapatan asli daerah, seluruh kabupaten/ kota di Jawa Timur bisa menjalankan arahan masukan dari KPK yang melakukan pendampingan, guna mencegah adanya penyimpangan.

Sehubungan dengan itu, pemerintah kabupaten/ kota, dalam optimalisasi pendapatan asli daerah itu, dapat menerapkan apa yang disebut dengan “Smart City”, yaitu, administrasi pemerintahan yang berbasis IT (information technology).

Gubernur berharap, KPK bisa mendampingi kabupaten/ kota yang ada di Jawa Timur, terutama konektifitas “one single submition” sebagai pintu utama.

Sementara itu, Pimpinan KPK RI yang hadir dalam acara itu, Basaria Panjaitan mengharapkan kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Jawa Timur, agar memegang komitmen yang full.

“Kita menginginkan, komitmen yang full dari semua kepala daerah,” ujarnya.

Basaria mengharpkan, kepala daerah bisa menjaga nilai aset dan kekayaan yang dimiliki pemda. Tugaa pokok KPK dalam pendampingan adalah, melakukan koordinasi bidang pencegahan tindak pidana korupsi. “Upaya pencegahan korupsi yang terpenting, adalah transparansi,” jelasnya.

Dalam acara itu, juga ditandatangani nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten/ Kota dengan Bank Jatim, Direktorat Jendral Pajak I, II dan III serta Badan Pertanahan Nasional.

Reporter: Riaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *