Wabup Sidoarjo hadiri kegiatan peningkatan ketrampilan Lansia

  • Whatsapp
Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi SH [IST]

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Puluhan kader Lanjut Usia/Lansia ikuti kegiatan peningkatan ketrampilan kader Lansia yang digelar Dinas Kesehatan Sidoarjo, Rabu, (7/4). Kegiatan yang diselenggarakan di Dinas Kesehatan Sidoarjo itu dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi SH.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sidoarjo yang juga Ketua Komda Lansia Sidoarjo H. Subandi mengatakan perkembangan usia harapan hidup menunjukkan kemajuan yang sangat positif. Dibuktikan pertambahan penduduk Lansia cukup tinggi. Beberapa tahun meningkat.

Bacaan Lainnya

“Seiring dengan perkembangan usia harapan hidup, maka jumlah pertambahan penduduk lanjut usia juga menunjukkan angka yang cukup tinggi,”ucapnya.

H. Subandi mengungkapkan data Lansia diatas 60 tahun yang ada di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 239.033 jiwa. Pra Lansia yang berada di usia 45 sampai 55 tahun juga cukup banyak. Jumlahnya mencapai 402.819 jiwa. Keseluruhannya mencapai 641.352 jiwa.

“Jumlah tersebut merupakan pangsa binaan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dimotori Komisi Daerah Lanjut Usia/Komda Lansia Kabupaten Sidoarjo,”ujarnya.

Masih dikatakan Wabup H. Subandi, keberadaan karang werda harus terus digalakkan. Pasalnya karang werda menjadi ruang atau tempat untuk berkumpul, saling mengisi dan memberi bagi para Lansia. Melalui karang werda akan mampu mendorong dan meningkatkan aktivitas Lansia.

“Wahana karang werda akan mampu mendorong dan meningkatkan aktivitas Lansia sehingga semakin mampu untuk mengembangkan diri dalam melaksanakan fungsi sosial secara umum,”ujarnya.

Diakhir sambutannya Wabup H. Subandi berharap melalui kegitan seperti ini dapat merubah prilaku Lansia dari kuratif rehabilatif ke promotif preventif. Sehingga usia harapan hidup akan meningkat serta menghambat ketuaan dan kepikunan untuk menjadi Lansia lebih sehat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg, Syaf Satriawarman Sp.Pros mengatakan kegiatan peningkatan ketrampilan kader Lansia dalam upaya pelayanan kesehatan bagi Lansia. Beberapa nara sumber akan dihadirkan untuk menjelaskan metode preventif maupun kuratif serta bagaimana mendeteksi Lansia resiko tinggi.

(Rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *