Wah Gawat! Tukang Pande Besi ini Tak Merasakan Panasnya Percikan Api

Empat orang pria yang sedang menempa besi panas di Pande Supai, di Dusun Pandean, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir. (Dok Riyaman/Radarbangsa.co.id)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Setidaknya ada 4 (empat) orang pria berbadan kekar dan tegap tanpa memakai baju di badannya. Mereka berempat adalah Warga Dusun Pandean, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Terpantau, saat itu mereka sedang menempa besi yang masih dalam keadaan panas membara, Kamis (12/1/2023) siang.

Bacaan Lainnya

Kalau bagi orang lain, panasnya sinar matahari yang sedang menyengat itu sudah membuat badan nya sangat gerah. Namun rupanya tidak bagi para penempa besi yang sedang membara tersebut.

Dikomando oleh Supai pemilik pande besi, mereka terus memukul, menempa besi yang masih dalam keadaan membara tersebut. “Ya bukan panas lagi mas, tapi mau bagaimana lagi, kalau sampai dingin, tidak bisa dibentuk ini,” kata Supai, ketika dikonfirmasi Radarbangsa.co.id di tempat pandenya, Kamis (12/1), sembari memperlihatkan tangannya yang terkena percikan pijaran besi.

Untuk membuat sebuah sabit, pisau dan cangkul, kita harus memanaskan besi ini, agar bisa di bentuk menjadi sebuah sabit, pisau dan cangkul, serta alat lainnya.

Supai mengaku, di setiap harinya ada saja yang memesan alat alat seperti sabit dan lain lainnya. “Alhamdulillah, ada saja yang memesan. Cukuplah untuk kebutuhan sehari hari,” ucapnya.

Dalam mengerjakan pesanan nya, ternyata Supai tidak bekerja sendirian, namun ditemani oleh empat orang, yang selalu membantunya. “Ya tidak sendirian mas. Inipun untuk pesanan tidak bisa langsung jadi hari yang di pesan, nunggu selama 20 hari, baru bisa diambil,” terang Supai, sambel tersenyum lebar.

Untuk mengembangkan usahanya, Supai berharap bantuan dana dari pemerintah. “Ya, selama ini masih belum ada bantuan dari pemerintah. Semoga nanti ada dana bantuan, agar usaha ini bisa berkembang,” harap Supai.

Ditempat yang sama, Taufik, salah satu pemesan sabit dan pisau dapur, yang mengaku dari Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung mengaku barang yang dipesannya bisa di ambilnya setelah 20 hari. “Ya mas, ini saya lagi memesan sabit dan pisau, katanya selesainya 20 hari,” aku Taufik.

Dikatakan nya, dirinya selalu memesan di pandenya pak Supai. “Saya selalu memesan disini, selain hasilnya bagus, harganya juga murah mas,” kata Taufik, sembari memegang contoh hasil sabit garapan pande Supai.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *