Walikota Bukit Tinggi, lakukan studi banding ke kota wisata Batu

  • Whatsapp
Wakil Walikota Batu Ir.Punjul Santoso bersama Walikota Bukit Tinggi Sumatra Barat H.Erman Safar.SH, menerima Cindra mata di ruang utama walikota Batu

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Lagi – lagi Kota Batu sebgai basis sentral Kota Pariwisata yang sudah cukup dikenal di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun ini, maka tidak sedikit banyak beberapa Pemerintah daerah wilayah di Indonesia melakukan kunjungan studi banding di kota Apel ini.

Seperti daerah Kota Bukit Tinggi, Sumatra Barat, Walikotanya bersama Forkompimda melakukan kunjungan kerja ke kota Batu di terima langsung oleh Wakil Walikota Ir.Punjul Santoso, Sekda Zadiem Efisiensi,dan beberapa OPD bertempat di Gedung Balai Kota Among Tani Jln.Panglima Sudirman.No.507 kota Batu, Kamis (1/4).

Bacaan Lainnya

“Kota Batu tidak jauh berbeda dengan wilayah kami Bukit Tinggi, letak geografisnya, udaranya, serta sama-sama masih ada 3 Kecamatan seperti di kota Wisata Batu ini,” terang Walikota Bukit Tinggi, H.Erman Safar, SH. Dalam studi banding di kota Batu. H.Erman juga menyertakan rombonganya singgah di kota Batu bersama Forkompimda pula.

“Dikatakan, selama pademi Covid-19 berlangsung hingga saat ini, mengalami penurunan kunjungan wisatawan, yang sebelumnya kunjungan wisata mencapai 7 juta lebih. Maka hal ini kami dari Pemerintah Kota Bukit Tinggi, ingin berdiskusi untuk penguatan konsep pariwisata di Bukit Tinggi,”agar dampak pademi Covid, tersebut tetap bisa menguatkan perekonomian masyarakat,”jelasnya.

“Karena saya rasa kota Wisata Batu merupakan Kota wisata yang berkonsep Kunjungan Nasional maupun Internasional, maka dinamika penduduk atau masyarakat kota Batu pasti saling mensuport untuk mewujudkan kota Batu sebagai kota yang bertumbuh kembang,” jelas Erman Safar.

Disisi lain, Wakil Walikota Batu, Ir. Punjul Santoso mengatakan, awal perjalanan kota Batu bisa gebyar jadi jujugan wisatawan, kami mengundang investor untuk ke Kota Batu. Setelah itu, Pemkot Batu melakukan sosialisasikan dan berdiskusi dengan masyarakat melalui Pemerintah Desa untuk pembangunan desa dulu,”jelas Punjul.

“Karena keterlibatan masyarakat dan stakeholder, mempengaruhi pengembangan wisata di Kota Batu. Selain itu, pembangunan wisata juga difokuskan pada potensi-potensi yang dimiliki setiap wilayah yang ada ditiga Kecamatan.

“Akhirnya perkembangan wisata kota Batu bisa berjalan sesuai dinamika saat ini, karena keberhasilan tempat wisata juga pwrlu adanya kerjasama dengan Kelompok Tani, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan untuk membuat desa wisata dan wisata alam, dengan tetap menjaga kelesatarian alamnya,dan ekosistim yang ada,” singkat Punjul.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *