Warga Banten Tewas Disamber Kerata Api di Lamongan

Kapolsek Kompol Fandil dan Kanit Reskrim Ipda M. Sokib bersama Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Aristianto Budi Sutrisno, saat identifikasi korban meninggal diperlintasan kereta api (IST)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Nasib naas menimpa Seorang sopir truk bernama Marjono (58) asal Kp. Bendung Desa Bendung Kecamatan Tanara Kabupaten Serang Porpinsi Banten.

Ia ditemukan sudah tewas di perlintasan kereta api tepatnya di Dusun Plalangan Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan Kota, Senin (10/1/2022) sekitar pukul 16.17 WIB.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Lamongan Kota Kompol Fandil melalui Kanit Reskrim Ipda Moch Sokib mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi Ariful Misnan (54) warga Plosowahyu Kecamatan Lamongan Kota.

Menurut Ipda Sokib saat memberi keterangannya, ia berangkat dari rumah seorang diri dengan mengendarai sepeda angin hendak memancing di sungai sekitar desa setempat.

“Setelah sampai disekitar sungai, ia memarkir sepeda anginnya di sebelah utara rel kereta api, kemudian memancing ikan,” jelasnya, Ipda Sokib, Selasa (11/01/2022).

Lebih lanjut Ipda Sokep menjelaskan tidak lama kemudian ada seorang laki-laki yakni korban yang tidak di kenal datang menghampiri saksi dengan tujuan untuk ikut memancing ikan.

Karena melihat saksi membawa dua stik pancing. Saksi tersebut mempersilahkan orang tersebut untuk ikut mancing ikan.

“Pada saat memancing tersebut saksi dan korban sempat melakukan percakapan singkat, Korban mengaku kepada saksi bahwa sudah lama tidak memancing ikan.

Dirinya ingin memancing ikan sambil menunggu temannya sesama sopir truk untuk membantu kendaraan truk (truk tronton No.Pol : N-8572-UF) miliknya yang sedang mengalami masalah pada ban.

Korban mengaku kepada saksi bahwa ia orang Surabaya Banyu urip,” bebernya.

Karena umpan cacing habis, sambung Ipda Sokib, saksi kemudian jalan kaki ke arah utara menyebrang rel kereta api dengan tujuan untuk mencari umpan cacing.

Tidak lama kemudian sekira jam 16.17 WIB melintas lokomotif kereta api dengan nomor lambung CC 2017703 (BJ 406 jurusan Bojonegoro – Surabaya (Pasar Turi dari arah Barat menuju ke timur tepatnya di jalur hulu di KM 86 + 01.

“Setelah itu Saksi kembali ke tempat semula (sungai, red) untuk memancing.

Namun pada saat melintas (menyeberang) rel kereta api saksi melihat ada seseorang yang tergeletak di sebelah selatan rel kereta api dalam keadaan luka terbuka pada bagian kepala (dahi) dan mengeluarkan darah segar.

Saksi sebelumnya tidak menyangka bahwa orang yang tergeletak tersebut merupakan orang yang sebelumnya memancing ikan bersama saksi,” tambahnya.

Selanjutnya, saksi berinisiatif untuk meminta bantuan ke pihak Kepolisian (Pos. 9.0.). Tetapi kebetulan pada saat itu ada mobil patwal yang sedang melakukan patroli.

Tidak lama kemudian di lakukan pertolongan pertama pada korban dengan membawa korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) guna mendapatkan pertolongan secara medis, karena Korban masih dalam keadaan hidup.

“Sekira jam 18.30 WIB korban nyatakan oleh pihak Dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan telah meninggal dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *