Warga Banyuwangi Manfaatkan Program Lapor Bansos melalui online

  • Whatsapp
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat menyerahkan bantuan paket sembako dari program pelaporan online, di kantor Kecamatan Glagah, Jumat (3/9)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Sekitar 16.000 warga Banyuwangi manfaatkan program Lapor Bansos melalui online bagi warga yang belum tersentuh bantuan sama sekali mulai disalurkan.

Program pelaporan online ini telah dibuka Pemkab Banyuwangi pekan lalu. Warga cukup melapor di situs yang telah disediakan.

Bacaan Lainnya

Sejak dibuka pada 26 Agustus lalu, telah ada sekitar 16 ribu data pelapor. Dari jumlah tersebut telah terverifikasi sebanyak 11 ribu orang.

“Tahap awal kemarin sudah kita salurkan 2.800 paket sembako. Secara bertahap, semua pengajuan akan mendapatkan sembako,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat menyerahkan bantuan paket sembako dari program pelaporan online, di kantor Kecamatan Glagah, Jumat (3/9).

Bantuan ini diutamakan bagi warga terdampak pandemi covid-19 yang belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Semoga sedikit bantuan dari pemkab ini bisa membantu Bapak/Ibu dan keluarga. Mohon terus bersabar dan tetap optimis kita bisa melewati situasi sulit ini,” kata Ipuk.

Bantuan ini adalah program pelaporan online yang dibuka Pemkab Banyuwangi pekan lalu. Warga cukup melapor di situs yang telah disediakan. Warga bisa melaporkan diri sendiri, juga warga lain yang dinilai perlu mendapat bantuan.

Ipuk mengatakan, pemerintah pusat, provinsi, dan Pemkab Banyuwangi telah menyalurkan berbagai skema bansos yang menjangkau lebih dari 250.000 keluarga yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mulai dari PKH, BPNT, BLT Desa, BST Kemensos, BPUM, jaring pengaman Pemprov Jatim, dan bantuan APBD.

Namun, lanjut Ipuk, situasi di lapangan sangat dinamis. Pandemi covid-19 berdampak sangat luas sehingga pasti masih banyak warga yang belum terjangkau bantuan.

“Maka kami membuka pelaporan via online. Program ini untuk memfasilitasi warga yang belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” kata Ipuk.

“Intinya tetap bersabar. Jangan menyalahkan kepala desa, lurah, dan RT/RW. Insha Allah kami akan terus mencari cara agar masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan bantuan,” imbuhnya.

Camat Glagah Astorik menambahkan, jumlah pelapor di Kecamatan Glagah sebanyak 295 orang. Setelah diverifikasi tersaring sebanyak 274 orang. “Sisanya tertolak oleh sistem karena beberapa alasan. Ada yang ternyata pernah mendapat bantuan, ada yang dari keluarga mampu, dan berasal dari luar daerah ,” kata Astorik.

Paket sembako yang diserahkan merupakan hasil gerakan hari Belanja di Pasar dan Warung Rakyat oleh para ASN se-Banyuwangi pada 8 Agustus 2021. Hasil gerakan belanja tersebut seluruhnya didonasikan ke satgas Covid-19 untuk diberikan kepada warga yang terdampak pandemi.

Setiap paket berisi beras, minyak goreng, mi instan, dan gula.

Salah seorang penerima bantuan tersebut, Urita, mengaku senang. Dia sebelumnya berdagang buah keliling, kini berhenti karena sepi pembeli. “Karena tidak ada pemasukan, akhirnya modal saya ikut terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, hari ini dapat bantuan. Bisa mengurangi belanja sembako,” kata Urita. (*/Hari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *