Warga Desa Gelarpawitan Keluhkan Jalan dan Jembatan Rusak Parah, Butuh Pembangunan Segera

  • Whatsapp
Kondisi infrastruktur jalan rusak berat dan berlumpur, jembatan alternatif terbuat dari bambu menuju desa Gelarpawitan hari ini jum'at (29/10/2021) butuh pembangunan segera

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Kondisi jalan dan jembatan desa Gelarpawitan Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, menghubungkan desa dengan kecamatan Cidaun lebih kurang 15 kilo meter (km) rusak parah dan berlumpur. Jum’at (29/10/2021).

Kepala desa Gelarpawitan HERI KUSWANTO. S.Sos. I kepada Jurnalis media nasional cetak dan online RadarBangsa.co.id di ruang tamu Kantor Desa Gelarpawitan, selasa (05/10/2021) mengatakan, “di desa Gelarpawitan ini tidak ada jalan kabupaten, jalan provinsi, apalagi jalan pusat, yang ada adalah “jalan desa”.

Bacaan Lainnya

Pengguna utama infrastruktur jalan dan jembatan ini adalah “masyarakat setempat” dimana jumlah penduduk desa Gelarpawitan ini lebih dari 4.700 jiwa, 1.585 Kepala Keluarga (KK) tersebar di 37 Rukun Tetangga (RT), 8 Rukun Warga (RW) dan 5 wilayah dusun, mayoritas penduduk berpenghasilan dari usaha tani.

Keluar masuknya masyarakat ke desa ini melalui jalan yang sedang rusak parah dan berlumpur ini sekitar lebih kurang 15 Kilo Meter (Km), dan atau melewati jembatan alternatif terbuat dari bambu, sebelumnya sekitar tiga tahun, menjalani 4 tahun yang lalu hancur diterjang banjir.

Jembatan alternatif ini sudah sekian kali diperbaharui jika lapuk oleh masyarakat secara swadaya atau bergotong royong. Setiap diperbaharui, tempat dan kedudukannya selalu berganti-ganti. Kondisinya sekarang masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Bisa juga keluar masuk kedesa melalui jalan Ciangsana menyeberangi sungai Cimaragang, yang viral di medsos, Senin (04/10/2021) kasus mobil terbalik sedang mengangkut hasil bumi. Ya dari sana

Hasil bumi yang di hasilkan oleh masyarakat di desa Gelarpawitan ini cukup lumayan bagus, akan tetapi harganya itu lho jatuh bangat, gara-gara biaya upah angkutnya cukup besar.

Belum lagi kasus penyelamatan orang sakit, yang seharusnya mendapatkan pertolongan medis dengan cepat, akan tetapi akibat infrastruktur jalan dan jembatan tidak mengizinkan untuk dilalui atau masuk mobil ambulan, yang sakit terpaksa di gotong secara bersama-sama menuju puskesmas Cidaun.

Jadi urat nadi perekonomian masyarakat di desa Gelarpawitan ini adalah jalan dan jembatan.

Jika jalan dan jembatan baik atau bagus, Inshaa Allah, ekonomi masyarakat secara tidak langsung akan membaik.

Pemdes mengakui, di desa Gelarpawitan ini ada Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) setiap tahunnya. Namun tidak mencukupi untuk semua kegiatan di desa ini, karena dari sanalah keseluruhannya.

Berbagai ikhtiar pemdes lakukan untuk menarik perhatian pemegang kebijakan, baik di Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat. Mulai penyampaian secara lisan, tulisan melalui proposal, di kunjungi dan ditinjau secara langsung oleh anggota dewan, perwakilan salah satu partai dari Cianjur. Bahkan, kepada Pak Bupati Cianjur H. Herman Suherman sudah kami sampaikan tentang kondisi jalan dan jembatan ini, namun hasilnya belum kunjung jua ada.

Ekspos dari awak media cetak maupun online tidak dapat kami hitung lagi, ditambah postingan warga desa kita ini tentang jalan dan jembatan itu, mungkin sudah ratusan kali bahkan lebih. Paparnya dengan rasa sedih penuh perhatian.

Sekarang musim penghujan, jalan yang berlumpur itu otomatis semakin hancur.

Kepada pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pusat, melalui ekspos media ini kami pemdes bersama seluruh masyarakat desa Gelarpawitan bermohon agar dapat diperhatikan dan membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang sedang rusah berat ini. Pinta kades

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *