Warga di Pasuruan Hampir 9 Tahun Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Dinas Terkait Kemana Saja loh

  • Whatsapp
Keluarga Ansori (39) warga Sungi Selatan RT 04/RW 02 Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

PASURUAN,RadarBangsa.co.id – Ibarat pepatah mengatakan ‘Tak Kenal, Maka Tak Sayang. Itulah yang selama ini di rasakan oleh keluarga Ansori (39) warga Sungi Selatan RT 04/RW 02 Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Diketahui sudah hampir 9 tahun lamanya, Ansori mengaku tidak pernah tersentuh atau mendapatkan bantuan berupa apapun dari pihak Pemerintah setempat.

Bacaan Lainnya

Dan pernah sesekali Ansori hanya mendapatkan bantuan berupa uang senilai Rp 700 ribu di kantor Kecamatan Pohjentrek, itupun di antara tahun 2011 silam. Namun setelah itu, hingga kini Dirinya tidak lagi mendapatkan bantuan apapun.

Ironis, Ansori hidup bersama seorang istri bernama Khoirun Ni’am (32) dan memiliki dua (2) orang anak perempuan berusia 9 tahun dan laki-laki berusia 3 tahun, yang saat ini tinggal di sebuah gubuk kecil yang juga sekaligus sebagai tempat usaha warung untuk mengais rejeki.

Mirisnya lagi, tempat hunian dan warung tersebut berdiri di atas lahan Pecaton atau tanah KAS milik Desa setempat. Tepatnya di lahan bekas lapangan sepak bola, dan lokasinya pun jauh dari kehidupan atau permukiman warga/tetangga lainnya.

Ketika di singgung mengenai adanya bantuan terkait dampak Covid 19 atau pun semacam bantuan lainnya, Ansori sendiri juga masih belum mengetahui apakah namanya sudah tercover dan mendapatkan bantuan dari Pemerintah? atau justru nasib yang sama terulang kembali.

“Terkait masalah bantuan yang saat ini ramai di perbincangkan, saya sendiri juga tidak tahu apakah saya dapat bantuan atau tidak. Kalau urusan bantuan, saya tidak pernah dapat Mas. Dulunya pernah, perkiraan tahun dua ribu sebelas (2011) itu, setelah itu sampai sekarang tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah”. Sahut Khoirun Ni’am istri Ansori, saat ditanya sambil memasak pada Rabu (20/5) siang.

Mengenai adanya pendataan bantuan yang dilakukan oleh pihak perangkat setempat, Dirinya juga mengatakan bahwa hal itu sering terjadi. Dan pada ujung-ujungnya, bantuan pun tidak pernah Ia terima.

“Kalau dimintai foto copy KTP sama KK oleh ketua RT gak bisa di hitung sering Mas, tapi bantuan nggak pernah ada. Kalau misalnya saya dapat, syukur Alhamdillah. Justru orang yang kaya malah yang dapat”. Ucapnya.

Sungguh miris melihat nasib dan kondisi dari Ansori sekeluarga, yang mana jauh dari harapan untuk mendapatkan sebuah bantuan dari Pemerintah.

Sementara Dirinya hanya bisa mendengar kabar baik tentang tetangganya, yang jauh lebih mampu justru yang lebih di perhatikan dan mendapatkan bantuan.

“Saya melihat ada orang yang dapat bantuan beras, telor dan semacam gula, tapi saya nggak pernah dapat apa-apa. Pokoknya terkait bantuan berupa apapun, saya tidak pernah dapat semua”. Kata Khoirun Ni’am, seraya berharap dirinya mendapat bantuan.

Dengan adanya kondisi yang di alaminya saat ini, keluarga Ansori pun berusaha untuk berlapang dada dan sabar menerima semua keadaan yang ada.

“Ya udahlah, kalau memang semua itu bukan rejeki keluarga saya. Dan kita akan mencari rejeki sendiri Mas, meskipun sedikit yang penting cukup untuk makan buat sekeluarga”. Ungkap dengan rasa putus asanya, kepada awak Radar Bangsa.

Guna mengetahui alasan warganya yang bernama Ansori itu tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah, awak Radar Bangsa berusaha untuk mengkonfirmasi langsung kondisi tersebut kepada pihak Kepala Desa Sungi Kulon.

Namun ketika di datangi kerumahnya, sayangnya sang Kades sendiri lagi tidak ada di tempat. Bahkan menurut penuturan dari seorang perempuan yang di duga istri Kades saat ditemui di rumahnya mengatakan, bahwa sang Kades lagi tidak ada dirumah dan masih ada urusan diluar.

“Bapaknya tidak ada Mas…! Belum pulang, mungkin ada rapat di Kecamatan”. Jawabnya.

Hingga berita ini di munculkan, belum ada jawaban resmi dari Kades Sungi Kulon terkait adanya salah satu warga setempat yang konon tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

(Ank/Ek)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *