Warga Indramayu, Keluhkan Pembuatan AJB : Bayar Jutaan, Sudah 6 Bulan Belum Jadi

Dok : Foto Kepala Desa Kroya, Ardiwan – Jaya sutono/Casmadi Radar Bangsa

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Warga Desa Kroya, Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa barat, mengeluhkan proses pembuatan Akta Jual Beli (AJB) Tanah, sudah selama 6 Bulan Belum jadi.

Hal itu dialami oleh TM warga Blok Rancakitiran Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Ia mengaku pembuatan AJB Tanah, dirinya sudah selama 6 Bulan membuat AJB Tanah, masih saja belum jadi.

“Saya sudah bayar ke perangkat Desa Kroya, bahkan kata perangkat desa Kroya biayanya kurang, harus menambah lagi ya saya kasih lagi, tetap saja belum jadi juga AJB nya,” ucapnya.

Lebih lanjut, TM berharap, kalau memang pemerintah Desa Kroya tidak bisa mengurus pembuatan AJB Tanah, “yaa sudah, tinggal kembalikan saja uangnya,” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, Ardiwan, saat dikonfirmasi secara tertulis oleh Radar Bangsa mengungkapkan, kalau ingin jelas tentang proses pembuatan AJB silakan tanyakan langsung kepada petugas Kecamatan.

“Pemerintah Desa Kroya setiap ada masyarakat yang mau membuat AJB langsung di ajukan ke kantor kecamatan dan pemerintah desa Kroya tidak pernah menahan pengajuan pembuatan AJB,” tulisnya.

Ditempat terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (DPC LSM DRBI) Kabupaten Indramayu Teddy Eka Pujiyanto, pada Sabtu (1/10/2022) mengatakan, Akta jual beli tanah memang penting karena digunakan sebagai bukti telah terjadi kesepakatan dan transaksi jual beli tanah atau rumah antara kedua belah pihak terkait

‘Selain itu, AJB merupakan salah satu dokumen yang wajib dilampirkan ketika pembeli hendak mengurus sertifikat tanah,” ungkapnya.

Teddy juga menjelaskan, pembuatan AJB tanah sebenarnya tidak sulit, meskipun ada yang harus di tempuh dan apabila memang diproses Pembuatan AJB Tanah, 1 Bulan, yaa pasti selesai, tidak mungkin sampai 6 bulan belum selesai,

“Apabila pembuatan Akta Jual Beli tanah sampai 6 bulan tidak selesai, maka Pemerintah Daerah, harus segera mengevaluasi kinerja Camat yang sebagai PPATS karena itu merupakan salah satu Sumber Pendapatan Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Lanjut Teddy, Jika kinerja Kecamatan seperti itu, darimana pemerintah daerah bisa mendapatkan penghasilan dan bagaimana pemerintah daerah dapat melakukan pembangunan sarana/fasilitas umum, bila pendapatannya di tersendat.

“Sehingga ditenggarai Camat yang menjadi PPATS tidak Proaktif membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal,” pungkasnya.

Sementara, Camat Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu, Sampai berita ini diterbitkan belum memberikan jawaban surat konfirmasi dari RadarBangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *