WeTV siap tayangkan Sandiwara Radio Fenomenal ‘Butir-Butir Pasir di Laut’

  • Whatsapp
Foto Bersama [IST]

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – WeTV Indonesia dan Verona Pictures dengan bangga mempersembahkan drama seri apik penuh konflik bertajuk WeTV Sinetron Butir – Butir Pasir di Laut. 06 April 2021

Drama seri yang mengadaptasi sandiwara radio fenomenal berjudul sama selama belasan tahun yang disiarkan RRI ini diproduseri oleh Titin Suryani dengan Co-Producer Dwi Ilalang yang akan mulai tayang di WeTV dan juga iflix pada tanggal 8 April 2021.

Bacaan Lainnya

Lesley Simpson, Country Manager WeTV dan iflix Indonesia mengatakan, “Kami sangat bangga dengan adanya WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut tersebut hadir di WeTV, dan akan menjadi perdana dari WeTV Sinetron, di mana WeTV ingin merangkul sejarah panjang sinetron Indonesia.

Tidak ada yang lebih baik dari kesempatan untuk bekerja sama dengan Verona dalam sebuah IP yang telah ada di hati semua orang Indonesia sejak tahun 1970-an melalui RRI. Selain itu, WeTV berkomitmen mendukung perfilman tanah air dengan berbagai konten lokal. Kami berharap WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut bisa diterima oleh masyarakat Indonesia,” kata Lesley Simpson.

Soleman Yusuf, Direktur Program dan Produksi LPP RRI Mengatakan, “Butir Butir Pasir di Laut adalah drama radio karya fenomenal RRI yang bukan saja mendapat apresiasi dari masyarakat di tanah air pada jamannya, tetapi juga oleh masyarakat dunia.

Pada tanggal 4 Agustus 1984 Lembaga Kependudukan Dunia di Meksiko, memberikan penghargaan resmi sebagai sandiwara radio terbaik tingkat dunia yang telah diputar selama hampir 20 tahun di era tahun 1970 hingga tahun 1990-an dalam 5.700 episode.

Kini dengan ditayangkannya dalam bentuk audio visual, drama radio ini mengisi kerinduan masyarakat pada zamannya sekaligus memperkenalkan kepada generasi milenial akan drama radio fenomenal ini, yang membawa pesan moral kemanusiaan dan kebangsaan.”

Verona Pictures mempercayakan Stanley Fernando & Wahid Setyanto untuk menyutradarai serial drama WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut yang mengambil lokasi syuting di Pangandaran, Merak, kawasan Puncak, dan Jakarta, dengan para bintang, antara lain Tyas Mirasih, Andrew Andika, Bastian Steel, Faradina Tika, dan Jessica Shaina. WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut ini diharapkan dapat dinikmati penonton lintas usia.

Sandiwara radio “Butir-Butir Pasir di Laut” memang sangat familiar di telinga pendengar radio, khususnya RRI sejak disiarkan mulai 22 Februari 1972 dan langsung disukai pendengar.

Tak heran, bila sandiwara radio ini diproduksi lebih dari 5.700 episode dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai sandiwara radio terbaik dari UNESCO, yang menempatkan “Butir-Butir Pasir di Laut” menjadi sandiwara radio yang ditunggu setiap hari selama 15 tahun.

LPP RRI, yang saat ini didukung 106 stasiun RRI di seluruh Indonesia dan didengar sebanyak 47 juta pendengar berdasarkan data AC Nielsen dan telah mendapatkan hak cipta dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta atas karyanya menciptakan Karya Siaran Media Radio, bekerjasama dengan WeTV Indonesia dan PT Verona Indah Pictures untuk membuat drama seri berjudul WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut dengan setting tahun 80-an yang dikemas secara kekinian.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) telah dilakukan pada hari Sabtu 6 Maret 2021 dan dihadiri oleh Direktur Utama LPP RRI bapak M. Rohanudin, Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Soleman Yusuf, Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI, Anhar Ahmad.

Direktur Utama PT Verona Indah Pictures, Titin Suryani menjelaskan alasan Production House-nya tertarik mengangkat “Butir-Butir Pasir di Laut” menjadi tontonan yang dapat disaksikan masyarakat. “Sandiwara radio ‘Butir-ButirPasir di Laut’ merupakan serial yang sangat populer pada masanya.

Verona Pictures ingin membawa kembali nostalgia tersebut ke dalam format kekinian dengan media digital,” jelas Titin. Titin berharap agar WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut yang akan tayang di WeTV dan iflix Indonesia bukan hanya dapat mengobati rasa rindu pendengar pada jamannya, melainkan untuk dapat menggapai penonton yang jauh lebih luas termasuk kaum muda yang tidak bisa lepas teknologi digital.

Tyas Mirasih, salah satu pemeran utama dalam Butir-Butir Pasir di Laut mengaku mendapat tantangan dengan memerankan sosok dokter Arini, “Saat pertama kali mendapat tawaran sinetron Butir-Butir Pasir di Laut dan tahu bahwa ternyata ini merupakan sandiwara radio yang banyak di tunggu, saya yakin dalam versi modern konfliknya akan lebih bervariasi.

Dari pertama membaca naskahnya saya sudah langsung jatuh cinta, ini adalah hal yang baru yang belum pernah saya perankan sebelumnya,” ujar Tyas.

Berbeda dengan Tyas, Bastian Steel semula sempat ragu dengan karakter Radit yang ditawarkan kepadanya. “Sosok mahasiswa yang jatuh cinta kepada perempuan yang lebih tua, yang cocok jadi kakaknya. Semula saya pikir ini adalah hal yang tabu di Indonesia, tapi setelah saya pikir-pikir lagi, justru di situ tantangannya. Ditambah lagi ternyata suami Arini, dokter yang dicintai Radit malah berselingkuh dengan kakaknya, ini situasi seperti makan buah simalakama.

Selain itu di drama ini banyak konflik yang bisa dijadiin twist dan bisa membawa emosi penonton ke dalamnya, untuk menebak-nebak seperti apa akhir jalan cerita dari drama ini,” papar Bastian.

Jessica Shaina, yang juga hadir dalam acara mengaku pada awalnya bingung karena belum pernah mendengar tentang Butir-Butir Pasir di laut. “Reaksi pertama bingung, tapi juga penasaran. Tapi begitu membaca script, ternyata menarik banget, berbeda dengan cerita cinta biasanya.

Karakter yang saya mainkan di sini juga unik, wanita centil yang sangat girly dan bucin bahkan sampai dibilang bodoh. Tapi seiring berjalannya waktu karakter tersebut kemudian ada perkembangannya,” kata Jessica.

Senada dengan Jessica, Faradina Tika yang memerankan Wulan juga tertarik dengan WeTV Sinetron Butir-Butir Pasir di Laut karena sudah lama tidak melihat judul sinetron yang puitis. “Saya memerankan wanita yang iri dengki pada sahabatnya karena tidak pernah pernah unggul.

Nah, sifat iri tersebut yang membuat tokoh tersebut jadi rusak, cuma mementingkan diri sendiri. Tapi, di sisi lain Wulan ini sangat sayang kepada adiknya, Radit,” ujar Faradina menceritakan karakter yang dimainkannya.

Sebagai aplikasi hiburan yang menyajikan konten-konten Asia yang menarik, WeTV menyajikan berbagai serial yang dapat disaksikan secara gratis. Penonton pun tidak perlu khawatir ketinggalan ragam tayang terbaik karena WeTV menayangkan serentak di seluruh dunia, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga mancanegara.

Untuk menikmati tayangan lebih cepat, saat ini pelanggan baru dapat menerima promo harga VIP dan hanya perlu membayar biaya berlangganan sebesar Rp 15.000 di bulan pertama* untuk menjadi pelanggan VIP, harga yang ekonomis untuk menikmati ragam tontonan.

Selain itu, satu hal yang membedakan WeTV dari aplikasi lain adalah penonton dapat berinteraksi dengan penonton lain melalui fitur flying comment, pengalaman unik ini hanya tersedia di WeTV.

Selain bisa dinikmati di desktop, WeTV juga bisa diunduh dari aplikasi mobile, baik itu pada perangkat Android (Google Play) atau iOS (App Store).

Berbagai kemudahan dan dukungan layanan yang maksimal dari WeTV membuat aplikasi ini menjadi populer di kalangan pecinta drama Asia.

Hal itu terlihat dari peringkat WeTV di Playstore berada pada #1 Top Free Apps dan #1 Top Grossing OTT Apps. Sementara di App Store, berada pada #1 Top OTT Apps di Desember 2020.

(RB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *