Wujudkan Herd Immunity, Puskesmas Cidaun Gelar Percepatan Vaksin Selama 6 Hari

  • Whatsapp
Kegiatan percepatan vaksinasi tahap kedua dilaksanakan secara umum di puskesmas Cidaun, mulai dari pelajar, remaja, dan masyarakat umum.

CIANJUR, RadarBangsa.co.id – Mewujudkan kecamatan Cidaun Herd Immunity (kekebalan komunitas) dibutuhkan kerjasama atau gotong royong semua pihak serta kolaborasi antar lembaga dan masyarakat.

Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan komunitas bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Cidaun Eman Sulaeman saat di temui jurnalis RadarBangsa.co.id di ruang kerjanya, Rabu (27/10/2021) mengatakan, “Giat 10 hari percepatan pertama kecamatan Cidaun telah melewati target, dengan percepatan yang dilaksanakan oleh 2 puskesas, yaitu puskesmas Cidaun dan puskesmas Cibuluh.

Percepatan vaksinasi ke dua yang dimulai pada tanggal 18/10 kemaren Cidaun itu telah lewat 10.000 lebih.

Cakupan di Cidaun sekitar 33% dosis 1 berbanding lurus dengan cakupan kabupaten cianjur di angka 32%.

Sekarang ada percepatan tahap kedua yang dimulai hari kemaren, dengan harapan 50% secara keseluruhan pada dosis 1. Cidaun itu punya target 1.800 per 6 hari, atau sekitar 300 orang perhari, sama dengan puskesmas Cibuluh juga sekitar 300 orang perhari, sehingga kecamatan Cidaun itu dapat tervaksin mencapai 600 orang perhari.

Kegiatan ini dimulai hari kemaren selasa (26/10) dan hari ini juga tim vaksinasi berproses ke desa-desa, mudah-mudahan sampai pada tanggal 31 ini bisa terkejar warga Cidaun bisa tervaksin.

Strategi vaksinasi yang dilakukan oleh tim kesehatan dari puskesmas Cidaun itu sama dengan sebelumnya walaupun tidak door to door, tapi strategi jemput bola dengan kita bentuk tim sampai 5 tim, dan dilaksanakan beberapa titik desa, di 5 desa. Namun diperhatikan tempat-tempat sasarannya yang belum terlayani.

Bagi peserta vaksinasi diberikan Surat Keterangan Vaksin (SKV) sebagai bukti telah mengikuti vaksinasi, karena berbagai kegiatan masyarakat banyak dipermasalahkan, harus mempunyai kartu vaksin, bahkan untuk bepergian juga sama, manakala ada aktivitas masyarakat keluar daerah terutama, atau disini ada pertemuan-pertemuan tertentu tidak bisa menunjukkan bahwa dia minimal telah divaksin tahap 1 mereka akan terhambat kegiatannya. Makanya disetiap ada kegiatan vaksinasi diupayakan masyarakat dapat kartu vaksin.

Kalaupun yang titik-titik tertentu yang susah internet otomatis itu tidak bisa dikeluarkan karena dengan sistim online, siangnya tidak ada sinyal, tim akan imput dimalam hari, besoknya surat bisa dikeluarkan dan dititipkan kedesa kemaren pelaksanaan.

Kendala yang dihadapi tim vaksinasi dilapangan sekarang hampir dapat dibilang tidak ada, tapi bagaimana koordinasi lintas sektor untuk penggerakan sasaran (mobilisasi) supaya semua masyarakat yang belum divaksin bisa menghadiri tempat pelayanan.

Pungsi tim kesehatan atau tim vaksinasi itu siap pelaksanaan saja. Sedangkan mobilisasi masyarakat itu kerjasama dari lidingsektor.

Mewujudkan kecamatan Cidaun Herd Immunity (kekebalan komunitas) sekurang-kurangnya penduduk wilayah itu 70% sudah divaksin minimal vaksin pertama.

Volume keberhasilan vaksinasi kita di Cidaun ini menuju herd immunity itu ditambah gerakan sehari kemaren baru mencapai setengahnya saja atau sekitar 35%.

Kita juga sangat khawatir adanya klaster baru covid di wikayah kita, mengingat masuknya Natal dan Tahun Baru (NATARU). Disaat kita berusaha bersama meningkatkan volume vaksinasi pada masyarakat, sementara mobilisasi masyarakat menuju objek-objek wisata karena NATARU tudak terbendung. Ini sangat mengkhawatirkan.

Kepada masyarakat selalu kita himbau dan jangan lengah untuk memakai masker juga hadir untuk vaksinasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *