Wujudkan Kampus Merdeka dan Energi Bersih, UBAYA dan Utomodeck Berkolaborasi

Penandatanganan MoU antara Utomodeck Group dan UBAYA di Gedung Perpustakaan UBAYA, Kamis (29/4). Sumber Foto: Rahmat Hidayat (Utomodeck)

SURABYA, RadarBangsa.co.id – Utomodeck Group turut andil merealisasikan program “Kampus Merdeka” yang diinisiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Komitmen ini dibuktikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Surabaya (UBAYA) dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, di gedung perpustakaan UBAYA, Kamis, 29 April 2021.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pimpinan kedua belah pihak, yakni Darmawan Utomo selaku pemilik dan founder Utomodeck, dan Ir. Benny Lianto, M.M.B.A.T, selaku rektor UBAYA.

Bacaan Lainnya

Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuaQAn yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Kampus Merdeka memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus semata-mata bertujuan agar kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Pembentukan program studi baru yang mendukung kebutuhan kerja juga sebagai langkah awal yang baik.

Utomodeck Group, dengan lini usahanya di bidang Energi Terbarukan berupa merk Utomo SolaRUV, menyambut baik kehadiran Pusat Studi Energi Terbarukan (PSET) UBAYA.

“Utomodeck Group menjunjung tinggi inovasi produk. Meskipun Utomodeck adalah rekoris MURI dan Guinness World Record serta pemegang hak paten banyak profil atap, tapi kami tidak berhenti disana.

Salah satu inovasi Utomodeck yang ikut mendukung program Energi Terbarukan adalah atap yang terintegrasi dengan solar panel. Ketika Anda memasang solar panel yang rata-rata mampu bertahan hingga 30 tahun, tapi tidak diimbangi dengan kualitas atap yang mampu bertahan selama itu juga, maka Anda akan rugi”, jelas Darmawan Utomo saat memberi sambutan di acara penandatanganan tersebut.

Atap terintegrasi dengan solar panel yang diusung Utomo SolaRUV ini menjadi model percontohan Rumah Listrik Surya yang diperkenalkan Menteri ESDM Ignasius Jonan saat mengkampanyekan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap di Jakarta. Atap solar panel Utomo SolaRUV mempunyai banyak keunggulan selain kualitas daya tahan, yakni hemat biaya listrik hingga 15%, biaya perawatan terjangkau, hingga bisa menjadi investasi menjanjikan berupa kebijakan jual beli dengan PLN.

Energi Surya Semakin Jadi Primadona Riset Perguruan Tinggi
Dukungan perguruan tinggi terhadap kampanye energi bersih dinilai penting untuk memaksimalkan edukasi kepada masyarakat. Riset tentang pengembangan Solar Tracking System yang diinisiasi oleh mahasiswa UBAYA, menjadi salah satu contohnya.

Riset ini akan menghasilkan sebuah sistem otomatis yang mampu mengikuti arah gerakan matahari sehingga dapat mengoptimalkan penerimaan energi matahari oleh solar cell.

Semakin besar intensitas cahaya matahari yang ditangkap oleh solar panel, semakin besar daya listrik yang dihasilkan. Oleh karena itu, perlu dibuatkan sebuah sistem yang dapat membuat solar cell selalu mengikuti arah gerakan matahari dan menambah efisiensi solar panel dalam menyerap energi matahari.

Dari sisi product knowledge sendiri, pihak industri juga harus bersiap dengan komponen-komponen yang mampu mendukung efisiensi solar panel secara optimal. Utomo SolaRUV telah bekerjasama dengan Sungrow dan LONGi untuk mendukung ketersediaan komponen solar panel terbaik dan berkualitas dunia.

Seperti yang sudah diketahui, LONGi merupakan perusahaan teknologi tenaga surya paling berharga di dunia dengan nilai pasar tertinggi. Berdasarkan Q4-2019 report, Bloomberg NEF menempatkan LONGi di Tingkat I sebagai PV manufacturer.

Sedangkan Sungrow Power Supply Co., Ltd (“Sungrow”) adalah merk inverter paling bankable di dunia dengan lebih dari 154 GW dipasang di seluruh dunia per Desember 2020. Berdasarkan Clean Energy Review pada 2020, Sungrow menempati posisi keempat untuk kategori inverter terbaik didunia.

Kolaborasi perguruan tinggi dalam koridor pengembangan sistem termutakhir solar panel dan ketersediaan komponen solar panel terbaik dari Utomo SolaRUV tentu akan mampu mengurai kendala-kendala pemasangan PLTS Atap di lapangan. Energi bersih yang berlimpah dari sinar matahari semakin bisa diakses oleh masyarakat.

Inovasi Utomodeck berupa atap yang terintegrasi solar panel menarik perhatian dan minat civitas akademika UBAYA. Ketertarikan tersebut disampaikan oleh rektor UBAYA pada kesempatan yang sama.

“Banyak sekali ide kreatif yang diciptakan dosen UBAYA, tapi seringkali juga tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kerjasama dengan Utomodeck Group, kami berharap penelitian akademis yang kami lakukan bisa menjawab masalah lapangan yang dihadapi industri.

Jadi ada kesinambungan.” tambah rektor UBAYA saat forum diskusi di sela acara penandatanganan MoU.

Selain rencana riset dan implementasi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) Atap, kerjasama ini juga memungkinkan program magang mahasiswa di kantor Utomodeck Group maupun perekrutan tenaga kerja dari berbagai fakultas yang UBAYA miliki.

Ditambahkan Ir Rudy Agustriyanto Ph.D selaku Manager Kerjasama Dalam Negeri UBAYA, kerjasama ini juga meliputi diskusi bersama untuk menghasilkan produk kebaruan untuk paten, karena reputasi baik Utomodeck Group yang sudah berpengalaman secara profesional dalam mematenkan produk-produk inovasi

(RB/Diah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *