Yogi & Eggy Dipastikan Tidak Maju Jadi Bupati 2020

by -

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Teka teki tentang menantu maupun putra kedua dari Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Rahmadi Yogiantoro dan Eggy Adityawan, akan mencalonkan diri sebagai bupati pada Pilkada Serentak 2020 atau tidak, kini terjawab sudah.

Hal itu diungkapkan Ketua TP3 (Tim Pertimbangan, Percepatan dan Pembangunan) Kabupaten Kediri, Ir. H. Sutrisno, MM, saat dikonfirmasi seusai kegiatan Sholat Tahajjud bersama ribuan warga di Kecamatan Pagu, yang bertempat di Mushola Al Ikhlas Balai Desa Bendo, kedua putranya tidak maju dalam Pilkada 2020, Jum’at (08/11).

Menurut Pak Tris, panggilan akrab Ir. H. Sutrisno, MM, meskipun putranya telah digadang-gadang masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinan di Kabupaten Kediri dari orang tuanya, namun saat ini masih belum bisa menuruti keinginan masyarakat tersebut.

“Mereka sedang fokus untuk mengurus perusahaan. Sehingga tidak akan mencalonkan sebagai Bupati Kediri pada Pilkada Serentak, yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020 nanti,” terangnya.

Ketika ditanya siapa nantinya yang bakal melanjutkan pembangunan di Kabupaten Kediri yang selama ini telah berhasil menjadikan perhatian masyarakat luas, bukan hanya level nasional tetapi juga tingkat internasional tersebut. Apakah dari keluarga beliau tidak ada yang maju ?

Pria yang telah berhasil menciptakan icon Kediri dengan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang kini menjadi jujugan wisatan ini mengatakan, bahwa Drs. Eko Ediono, M.Si, Sekretaris Tim Pertimbangan, Percepaan dan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri yang sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati berpasangan dengan Kepala Bakesbangpol, Drs. Mujahid, MM tersebut adalah saudaranya.

“Pak Eko itu keluarga saya. Makanya saya mendukung Pak Mujahid dengan Pak Eko Ediono, karena mereka merupakan pasangan yang bermoral. Kalau Kabupaten Kediri nantinya dipimpin oleh orang tidak bermoral, maka rakyatnya akan remek,” tuturnya.

Mantan Bupati Kediri dua periode, tahun 2000-2010 ini juga menyampaikan, Kabupaten Kediri harus dipimpin oleh orang yang mau mengajak masyarakat untuk menjadi lebih baik, bukan hanya mementingkan dirinya sendiri yang baik, dan membiarkan orang lain begitu-begitu saja.

“Menurut hemat saya, hidup itu bukan hanya untuk kepentingannya pribadi, tetapi justru yang utama selama hidup harus memperjuangkan perintah Allah SWT supaya juga dijalani oleh orang lain. Hidup itu harus membawa manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pasangan Mujahid – Eko Ediono telah mendaftarkan diri melalui DPC PDI Perjuangan sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Kabupaten Kediri, Jum’at, 6 Sepetember 2019.

Pendaftaran pasangan tersebut diantar oleh sejumlah ulama di antaranya, Pengurus FKUB, KH. Abdul Kholik, Pengasuh Pondok Pesantren Jabal Nur, KH. Burhanudin Mugni, Pengasuh Ponpes Sabilil Huda, KH. Muhaimin Zawahiri, dan lain sebagainya.

Menurut informasi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kediri selalu mengikuti kegiatan sholat malam keliling dari desa ke desa yang dilaksanakan dua hari sekali oleh Ir. H. Sutrisno, MM. Sehingga nantinya diharapkan dapat melanjutkan program Sholat Tahajjud yang selalu diikuti oleh ribuan jamaah tersebut.

Sementara itu, Roni, salah seorang jamaah Sholat Tahajjud di mushola Al Ikhlas Balai Desa Bendo, Kecamatan Pagu mengatakan, dirinya sangat salut dengan yang dilakukan Bupati Kediri, karena mau bersusah payah mengajak masyarakat di kampung untuk sholat bersama.

“Baru Pak Tris ini saja yang saya ketahui, sosok bupati yang sangat peduli dengan masyarakat. Bukan hanya dermawan dan pembangunannya saja, tetapi masalah sholat juga diperhatikannya,” tuturnya. (Jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *