Ziarah ke Makam Setono Gedong, Mas Bup Dhito Dihadiahi Air Tiban

  • Whatsapp
Gus Barok bersama Mas Bup Dhito dan Mbak Wabup Dewi saat saat melakukan ziarah area Makam Setono Gedong

KEDIRI, RadarBangsa.co.id – Tradisi ziarah makam bupati terdahulu yang telah lama tidak dilakukan oleh beberapa kepala daerah periode setelah Bupati Kediri Ke-19, Drs. Usrie Sastradiredja, kini pada era kepemimpinan Bupati, H. Hanindhito Himawan Pramana, SH dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, ST, kembali dilaksanakan.

Dalam rangkaian ziarah makam para Bupati Kediri terdahulu yang berlokasi di komplek pemakaman Setono Gedong, di Jalan Dhoho Kota Kediri tersebut, juga diikuti oleh beberapa OPD, serta Tim Perumus DK4 (Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri), Khusnul Arif, S.Sos, Abi Semo, Kang Dalang, Gus Barok, yang juga Ketua Paguyuban Tosan Aji, dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya

Menurut Imam Mubarok (Gus Barok), didampingi Ketua Tim Perumus DK4, Khusnul Arif, S.Sos (Mas Pipin), ziarah makam bupati di Setono Gedong seperti ini sudah lama sekali tidak dilakukan setelah Bupati Kediri Ke-19, Drs. Usrie Sastradiredja.

“Bupati terdahulu biasanya melakukan ziarah ke makam para pendahulunya di area Makam Setono Gedong ini. Namun setelah Bupati Pak Usrie, kelihatannya tradisi tersebut tidak terlihat dilaksanakan lagi, dan baru era Bupati Mas Dhito ini setelah dilantik melakukan ziarah ke makam disini,” ulas Gus Barok.

Sementara itu, seusai melakukan ziarah makam para bupati terdahulu, Mas Bup Dhito dikonfirmasi mengatakan, tujuannya berziarah ini semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada para Bupati Kediri terdahulu yang telah meninggal dunia, sekaligus untuk mendo’akan mereka semuanya.

“Kebetulan besuk adalah Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1217 Tahun, maka sehari sebelumnya kita berziarah untuk mendo’akan dan mengenang jasa-jasa para bupati terdahulu,” kata Mas Bup Dhito, Rabu malam, 24 Maret 2021.

Selain itu, Mas Bup Dhito juga mengaku dalam berziarah tersebut dirinya mendo’akan agar seluruh masyarakat di Kabupaten Kediri diberikan kesehatan.

“Kalau semua warga di Kediri sehat semuanya, saya memohon supaya seluruh masyarakat diberikan kebahagiaan dan kesejahteraan, Aamin Aamiin Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada malam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1217, Rabu malam, 24 Maret 2021, Mas Bup Dhito bersama Mbak Wabup Dewi dan rombongan melakukan ziarah ke beberapa makam bupati terdahulu, termasuk di komplek pemakaman Setono Gedong.

Beliau melakukan ziarah di Makam Syekh Wasil Syamsudin (Mbah Wasil), atau Pangeran Mekah yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di wilayah Kediri, serta Makam Sunan Amangkurat Mas III.

Selanjutnya Mas Bup bersama rombongan berziarah ke makam para Bupati Kediri, di antaranya Bupati Kediri Ke-9, R.A.A Danoediningrat 1 (Soebari Danoedipoera) yang wafat pada tahun 1930, Bupati Kediri Ke-10, R.A.A Danoediningrat 2 (Moeladi) yang wafat pada tahun 1950, dan lain sebagainya.

Saat rombongan akan keluar komplek pemakaman, Mas Bup Dhito diberikan hadiah berupa air Tiban. Air tersebut diambil dari mata air Sumur Tiban yang merupakan peninggalan dari Syekh Wasil Syamsudin.

Konon, air dari Sumur Tiban tersebut dipercaya masyarakat setempat sangat ampuh untuk digunakan apa saja sesuai keinginan orang yang meminumnya, termasuk mengobati berbagai penyakit serta memudahkan dikabulkan do’anya.
(Fatkhul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *