Kasus Penggelapan Motor di Pamekasan Naik Penyidikan, Pelaku Wanita Diburu

Senin, 6 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi amankan barang bukti BPKB kasus penggelapan motor di Pamekasan, Senin (6/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Polisi amankan barang bukti BPKB kasus penggelapan motor di Pamekasan, Senin (6/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Kasus penggelapan sepeda motor di Pamekasan, Jawa Timur, resmi naik ke tahap penyidikan. Perkara ini ditangani Unit Reskrim Polsek Tlanakan setelah adanya laporan masyarakat sejak awal Maret 2026.

Peristiwa tersebut bermula di Dusun Pangloros, Desa Panglegur, dengan kerugian korban mencapai Rp19 juta. Polisi kini memburu pelaku yang diduga membawa kabur kendaraan dengan modus pinjam pakai.

Kapolsek Tlanakan AKP Tamsil Efendi mengungkapkan, kasus ini berawal pada Agustus 2025 saat pelaku berinisial A, seorang perempuan, meminjam sepeda motor Honda Scoopy milik korban. Pelaku berdalih menggunakan kendaraan tersebut untuk keperluan bekerja.

Namun, memasuki Januari 2026, pelaku justru memutus komunikasi secara sepihak dengan korban. Kondisi ini memicu kecurigaan hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian pada 3 Maret 2026.

Dalam proses penyelidikan, pelaku sempat memberikan keterangan tidak benar. Ia mengklaim motor tersebut sedang digunakan oleh kerabatnya, namun hingga kini keberadaan kendaraan tersebut tidak diketahui.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan pada Kamis, 2 April 2026. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu lembar BPKB asli Honda Scoopy tahun 2021.

“Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp19 juta. Kami masih melakukan pendalaman untuk melacak keberadaan kendaraan,” ujar AKP Tamsil Efendi saat doorstop di Mapolres Pamekasan, Senin (6/4/2026).

Kasus penggelapan kendaraan bermotor seperti ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena kerap terjadi dengan modus pinjam pakai. Minimnya jaminan hukum dalam transaksi informal membuat masyarakat rentan menjadi korban.

Polisi mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam meminjamkan kendaraan, terutama tanpa dokumen atau kesepakatan tertulis yang jelas.

AKP Tamsil menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini hingga pelaku dan barang bukti berhasil ditemukan.

“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas dan memutus rantai penggelapan kendaraan di wilayah hukum kami,” pungkasnya.

Penulis : Debora

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Berita Terbaru