Mayoritas Petani,Warga Dohoagung Berharap Pelebaran Saluran Irigasi Segera Terealisasi

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani,tentunya kebutuhan air sangat diperlukan guna untuk kebutuhan tanaman padi para petani di sawah.Saluran irigasi,menjadi harapan warga Desa Dohoagung kec Balongpanggang kab Gresik agar segera ada tindak lanjut dari dinas terkait agar pelebaran saluran air yang menjadi satu-satunya sumber ke sawah para petani segera terealisasi.

Sebelumnya memang sudah ada saluran air yang lokasinya berada di sebelah utara Desa Dohoagung itu,namun kapasitas air belum bisa memenuhi kebutuhan para petani di sawah.warga pun mengeluh dan berharap ada upaya untuk masalah ini.Pelebaran sungai/irigasi menjadi harapan para petani di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Dari salah satu petani juga mengaku, akhir-akhir ini warga setempat mengalami kesulitan pengairan, penyebabnya kerena pendangkalan dan penyempitan saluran irigasi persawahan. “Pada saat musim kemarau kapasitas air menjadi berkurang dan pada saat musim hujan sering menjadi pemicu banjir karena saluran irigasi itu tidak mampu menampung debit air,” ujar saipul kepada Radar Bangsa, rabu (9/10/19) pagi

Adi Warsito selaku Kepala Desa (Kades) bersama awak media membenarkan adanya keluhan warga tersebut,dan pengajuan ke dinas PU pun sudah dilakukan Kades setengah baya itu demi kesejahteraan warganya.”Saya juga sudah mengajukan ke dinas,terkait pelebaran saluran irigasi.Sudah pernah di tinjau ke lokasi tapi sampai saat ini masih belum terlaksana.”ungkap Warsito

Masih dengan Warsito,beliau berharap ada tindak lanjut dari pemerintah daerah/dinas terkait,dirinya sebagai kades harus benar-benar bisa memenuhi apa yang di harapkan warga.Tegasnya.

Dengan ini,harapan utama Adi Warsito selaku kades beserta warga ,agar pemerintah daerah/dinas PU terkait segera merealisasikan progam yang memang sangat menjadi problem utama para petani di desa Dohoagung.
“Semoga cepat ada respon dan tindakan dari pemda/PU mengenai hal ini.

Karena air menjadi kebutuhan pokok para petani dalam bercocok tanam dan mata pencaharian utama warga desa kami.”pungkasnya (Sul/Mar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *