Berkas Kasus ITE RK Lengkap, Jaksa Pontianak Ambil Alih

Rabu, 26 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik Polda Kalbar melimpahkan RK dan barang bukti ke jaksa dalam proses Tahap II kasus ITE. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penyidik Polda Kalbar melimpahkan RK dan barang bukti ke jaksa dalam proses Tahap II kasus ITE. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PONTIANAK, RadarBangsa.co.id – Penyidikan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melibatkan konten kreator RK resmi memasuki tahap akhir. Setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober lalu, Penyidik Siber Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum pada Rabu,(26/11), sebagai bagian dari proses Tahap II.

Pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara RK dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar. Dengan status tersebut, penanganan perkara sepenuhnya beralih ke kejaksaan untuk memasuki tahapan penuntutan. Seusai proses administrasi, RK langsung ditahan di Rutan Kelas IIA Pontianak.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bayu Suseno, menegaskan bahwa penyidikan berjalan profesional dan sesuai prosedur.
“Pelimpahan dilakukan karena seluruh unsur dalam berkas sudah memenuhi syarat formil dan materiil. Penahanan terhadap tersangka merupakan bagian dari mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Bayu mengimbau publik agar tidak berspekulasi dan tetap menghormati jalannya peradilan.
“Kami mengajak masyarakat bijak menyikapi perkembangan kasus. Serahkan sepenuhnya kepada proses hukum agar tidak menimbulkan kegaduhan baru,” katanya.

Setelah pelimpahan, Jaksa Penuntut Umum mulai menyusun surat dakwaan sebelum persidangan digelar di Pengadilan Negeri Pontianak. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Kasus RK menjadi sorotan karena kontennya diduga mengandung ujaran kebencian dan unsur SARA terhadap Etnis Dayak. Aparat menegaskan bahwa seluruh proses akan berlangsung terbuka dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Seorang pejabat kejaksaan menambahkan bahwa persidangan akan dilakukan secepatnya.
“Kami memahami sensitifitas kasus ini. Prinsip kami adalah memberikan kepastian hukum bagi semua pihak dan memastikan persidangan berjalan transparan,” tuturnya.

Penulis : Edi

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru