KENDAL,RadarBangsa.co.id – Zakat tak lagi sekadar dipandang sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Di Kabupaten Kendal, zakat mulai diarahkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mendorong mustahik memiliki usaha, penghasilan, hingga kemandirian.
Upaya tersebut diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kendal melalui sejumlah program zakat produktif. Dua di antaranya adalah Z-MART dan Z-AUTO, yang secara khusus menyasar penguatan usaha masyarakat dan penciptaan wirausahawan baru.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penguatan BAZNAS menjadi bagian penting dan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui Z-MART, mustahik mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha perdagangan berupa warung atau toko produktif. Program ini diarahkan agar usaha masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
“Program-program yang kita launching pada hari ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk mengubah bantuan menjadi keberdayaan dan kemandirian,” ujar Dyah Kartika Permanasari, Kamis 17/9/2026.
Sementara Z-AUTO hadir dengan menyasar sektor jasa otomotif. Program tersebut menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi melalui usaha jasa otomotif, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kendal, pengembangan Z-MART dan Z-AUTO memiliki makna lebih luas karena bantuan zakat diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi produktif.
Z-MART diharapkan mampu memperbanyak dan mengembangkan warung produktif di tengah masyarakat. Sedangkan Z-AUTO diharapkan melahirkan wirausahawan baru melalui sektor jasa otomotif yang memiliki peluang untuk terus berkembang.
Bupati Kendal berharap kedua program tersebut tidak berhenti pada kegiatan peluncuran. Ia ingin program ekonomi produktif BAZNAS benar-benar berjalan, berkembang, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Z-MART semakin banyak dan semakin berkembang, Z-AUTO mampu melahirkan wirausahawan baru,” tegasnya.
Kata dia, keberhasilan zakat produktif bukan hanya dilihat dari seberapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kondisi penerimanya menjadi lebih berdaya dan mandiri.
Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kendal. Mustahik tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi didorong menjadi pelaku usaha yang mampu menghasilkan pendapatan.
Selain Z-MART dan Z-AUTO, BAZNAS Kendal juga memiliki program ekonomi produktif lainnya, yakni Z-LAUNDRY, Z-BARBER, serta ZCD–Pupuk Organik Reaksi Cepat (PRO TANI).
BAZNAS telah menyalurkan program pendidikan berupa Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an bagi 60 santri yang telah terlaksana serta Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi 50 orang yang saat ini memasuki tahap seleksi.
Bupati meminta para Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Pemkab Kendal, mulai dari OPD, puskesmas, sekolah, kecamatan hingga desa, untuk meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kendal.
Ia berharap penguatan penghimpunan zakat tersebut dapat memperbesar kemampuan BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan yang manfaatnya semakin luas.
Dengan demikian, zakat diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Dari zakat, tumbuh usaha. Dari usaha, tumbuh kemandirian. Dari kemandirian, tumbuh kesejahteraan. Dari Kendal, untuk Kendal yang lebih sejahtera.
Penulis : Tim
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar