JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Gus Fawait meminta perbedaan partai dan pilihan politik tidak lagi menjadi sekat bagi para pengusaha konstruksi. Setelah kontestasi politik berlalu, ia mengajak seluruh pihak kembali bersatu untuk membangun Jember.
Pesan itu disampaikan Gus Fawait saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) X Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Jember di Hotel Luminor, Rabu (16/9/2026).
Di hadapan para pelaku jasa konstruksi, Gus Fawait menegaskan bahwa kepentingan pembangunan daerah harus menjadi perhatian bersama. Ia meminta perbedaan pilihan saat Pilpres, Pilkub hingga Pilkada untuk sementara dikesampingkan.
“Sekarang waktunya kita bersama-sama. Waktunya hari ini membangun Jember, waktunya bersinergi. Boleh beda pilihan kemarin, boleh beda partai, beda pilihan Pilpres, Pilkub, sampai Pilkada. Tapi hari ini perbedaan itu harus kita pinggirkan dahulu. Sekarang waktunya kita membangun Jember, membawa Jember baru, Jember maju,” tegas Gus Fawait.
Pesan tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi organisasi jasa konstruksi yang digelar lima tahunan. Muscab X BPC Gapensi Jember berlangsung melalui pemungutan suara langsung dengan tiga pasangan calon ketua.
Hasil rekapitulasi menetapkan Ahmad Hudori Kurniawan, S.T. sebagai Ketua BPC Gapensi Jember periode 2026–2031. Hudori memperoleh 54 suara, sedangkan Dedy Kuswanto dan Moh. Budi Hartono masing-masing mendapat 23 suara dari total 102 suara yang disalurkan.
Hudori, yang sebelumnya menjadi Ketua Panitia Muscab X, menyebut tingginya partisipasi anggota menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi. Gapensi Jember saat ini memiliki 149 anggota aktif yang terdaftar secara administrasi dan perizinan.
Jumlah tersebut menjadikan Gapensi Jember sebagai kepengurusan cabang terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya.
Usai terpilih, Hudori juga menghadapi aspirasi anggota terkait efektivitas pemerataan paket pekerjaan konstruksi. Ia menyiapkan forum komunikasi rutin sebagai ruang bagi anggota untuk bertukar informasi sekaligus membahas persoalan jasa konstruksi di Jember.
“Untuk menyiasati biar teman-teman nanti bisa tetap konsolidasi dan sharing, kita adakan pertemuan rutin, mungkin dengan cara arisan bulanan. Itu menjadi salah satu solusi biar kita tetap berkomunikasi dan membahas isu-isu terkait kegiatan jasa konstruksi di Kabupaten Jember bareng-bareng demi pemerataan,” ujar Hudori.
Sementara itu, Sekretaris Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Jember, Ir. H. Ahmad Muntaha, S.T., turut mendorong terbentuknya sinergi antara Gapensi dengan pemerintah daerah, BUMN, maupun pihak swasta.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha konstruksi agar memperhatikan peningkatan kualifikasi tenaga teknis serta kepatuhan terhadap regulasi keinsinyuran.
“Semoga dengan terpilihnya ketua yang baru untuk 5 tahun ke depan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah khususnya, serta BUMN maupun swasta, sehingga pembangunan di Jember bisa lebih maju dan terstruktur. Jangan lupa untuk tenaga teknisnya harus sekolah insinyur, karena nanti penerapan Undang-Undang Keinsinyuran 2014 akan segera diterapkan,” pungkas Ahmad Muntaha.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar