PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Jalan Kedungbanteng-Wonokerto di Kabupaten Pasuruan kembali mendapat penanganan setelah kondisinya mengalami kerusakan. Hingga Rabu (16/9/2026) sore, pekerjaan tahap awal berupa pengerjaan lantai kerja telah mencapai sekitar 110 meter dari STA 0.
Ruas jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan selatan Kabupaten Pasuruan. Jalur ini menghubungkan Kedungbanteng dengan sejumlah wilayah lain, termasuk Oro-oro Bulus, Candi Binangun, Wonokerto hingga Sukorejo.
Pelaksana pekerjaan dari PT Adika Raya Persada, M Raafi, mengatakan pengerjaan saat ini masih berada pada tahap persiapan sebelum masuk ke pengecoran rigid beton utama.
“Saat ini masih tahap pengerjaan lantai kerja atau bahan dasar sebelum rigid beton utama digelar. Hari ini sudah mencapai 110 meter gelaran lantai kerja atau lapisan dasar dari STA nol,” kata Raafi.
Menurut Raafi, pekerjaan sejauh ini berjalan relatif lancar. Kondisi cuaca yang mendukung turut membantu proses pengerjaan, meski tim tetap harus menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi medan dan kontur tanah di sepanjang ruas jalan.
Salah satu tantangan yang dihadapi di lapangan adalah kondisi tanah yang berbeda-beda. Setelah proses pemadatan dan penyiraman, sejumlah bagian jalan menjadi licin sehingga pekerjaan membutuhkan kehati-hatian.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Nurul, mengatakan kondisi jalan sebelum kembali ditangani memang sudah cukup parah. Kerusakan tersebut berdampak pada kenyamanan warga yang menggunakan jalur itu untuk aktivitas sehari-hari.
“Jalan ini merupakan jalur tembusan ke beberapa desa dan menuju Sukorejo. Jalur ini sangat diperlukan oleh warga di sebelah selatan,” ujarnya.
Nurul menyebut perbaikan tersebut penting karena Jalan Kedungbanteng-Wonokerto tidak hanya digunakan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi akses penghubung antardesa dan menuju wilayah lain.
Ia mengapresiasi langkah Pemkab Pasuruan yang kembali melakukan penanganan terhadap ruas jalan tersebut. Nurul juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Wakil Bupati KH Shobih Asrori, serta jajaran pemerintah daerah yang mendukung perbaikan infrastruktur itu.
Penanganan jalan di kawasan Kedungbanteng sebelumnya juga pernah dilakukan. Nurul mengatakan, saat Rusdi Sutejo masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sekitar 2013-2014, ruas jalan di wilayah tersebut pernah mendapat pengaspalan hotmix.
Namun, setelah bertahun-tahun digunakan dan menghadapi berbagai kondisi, jalan tersebut kembali mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan.
“Dulu saat Pak Rusdi Sutejo masih menjadi anggota dewan, dan saya Kepala Desa, kami sudah menghotmix sekitar tunuh kilometer. Tetapi sekarang jalan kembali rusak dan,” jelasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar