PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai di Dusun Karanganyar, Desa Karangasem, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Groundbreaking dilakukan oleh Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir bersama Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, disaksikan warga setempat.
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya proyek strategis yang diharapkan mampu membuka akses antarwilayah yang selama ini terbatas, khususnya di kawasan pedesaan dan terpencil.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI yang berfokus pada peningkatan konektivitas wilayah. Selama ini, warga Dusun Karanganyar Timur dan Barat harus menghadapi keterbatasan akses mobilitas, terutama saat musim hujan.
Dengan adanya jembatan ini, distribusi hasil pertanian serta kebutuhan pokok diproyeksikan menjadi lebih lancar. Aktivitas sosial masyarakat juga diharapkan meningkat seiring terbukanya jalur penghubung yang lebih layak.
Kolonel Inf Kohir menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bentuk nyata kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.
“Pembangunan ini menjadi bukti sinergi TNI AD dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” ujarnya.
Sementara itu, Shobih Asrori menyebut proyek tersebut sudah lama dinantikan warga. Menurutnya, jembatan ini akan menjadi penghubung vital antarwilayah di desa.
“Ini sangat membantu mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas harian masyarakat,” kata dia.
Pembangunan infrastruktur desa menjadi krusial di tengah keterbatasan anggaran daerah. Kehadiran program TNI dinilai mampu menjadi solusi percepatan pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau.
Selain membuka akses, jembatan ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat perekonomian lokal. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut diharapkan ikut terdongkrak.
Shobih Asrori berharap pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapannya, ini bisa meningkatkan akses ke sarana publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.
Baca Juga:
- DPKS : Tidak Bijaksana Melarang Study Tour Peserta Didik di Sekolah
- New Normal Bersama Oakwood Hotel & Residence Surabaya
- Penjelasan Kapolri Soal terbitnya Telegram Larangan Media
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








