Miris, Diduga Bantuan Kapal Milik Kelompok “Dialihkan” Ketuanya Keluar Lamsel

LAMPUNG SELATAN, RadarBangsa.co.id – Dua unit bantuan kapal Inkamina milik salah satu kelompok nelayan di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga kuat dialihkan atau pindah tangankan ke kelompok lain.

Bahkan, dua unit kapal nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) saat ini tidak berada di Kabupaten Lampung Selatan melainkan diluar daerah.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data dan Informasi yang didapat oleh tim dilapangan, satu unit kapal nelayan berada di daerah Merak Banten dan satunya lagi di Gorontalo.

Diketahui, sekitar antara tahun 2013-2014 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di kecamatan ketapang tersebut diketahui telah menerima bantuan Kapal Inkamina. bahkan sebelum dialihkan atau dipindah tangankan sempat tidak berfungsi (mengalami kerusakan).akan tetapi informasi terahir Kapal Inkamina tersebut, saat ini telah pindah ke Gorontalo.

Kemudian, diperkirakan pada tahun 2016-2017 kelompok tersebut kembali, menerima bantuan Kapal Nelayan Inkamina melalui koperasi, namun informasi yang didapat saat ini,kapal tersebut berada di Pulau Jawa.

Sementara itu, ketika tim media melakukan konfirmasi kepada Ruslan ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Di wilayah Kecamatan Ketapang tersebut menyangkal. bahwa kelompoknya mendapatkan dua unit kapal bantuan ditahun yang berbeda.

“Hanya satu kapal, itu juga sudah diserahkan ke Kementerian, karena kami tidak sanggup untuk BOP nya,” kilahnya saat ditemui tim media dikediamannya. Sabtu (26/10/2019).

Ketika ditanya apakah tidak menyalahi aturan bantuan kelompok milik nelayan tetapi dikembalikan, sayangnya Ruslan enggan menjawab. Namun dirinya berdalih bahwa kapal tersebut telah dikembalikan ke Kementerian karena biaya pengeluaranya sangat besar jika digunakan untuk melaut.

“Itukan bantuan dari Kementerian, Provinsi karena kita tidak sanggup BOP. Makanya kami laporan ke Kementerian bahwa tidak snaggup lagi, kemudian mereka cari kira-kira siapa yang sanggup mengoprasikan kapal tersebut, akhirnya ada di Gorontalo, itu juga perjalannya selama 2 minggu ke Gorontalo,” jelas Ruslan.

Lebih jauh Ruslan menyampaikan, setelah diserahkan ke Kementerian, pihaknya tidak ada kewenangan terhadap kapal tersebut.

“Setelah diserahkan, kapal dialihkan oleh orang Kemernterian ke Gorontalo. Untuk lebih jelasnya silahkan tanya langsung,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, banyak kelompok nelayan yang mengharapkan agar mendapatkan bantuan kapal guna melaut, bahkan banyak kelompok yang bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Bahkan banyak bantuan diberikan kepada nelayan yang sudah maju dibandingkan kelompok nelayan yang benar-benar membutuhkan. (Tiem).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *