Pameran Pendidikan dan Profesi 2019 Di Sumenep, Dimeriahkan 60 Stan Perguruan Tinggi

SUMENEP, RadarBangsa.co.id – Pameran Pendidikan dan Profesi tahun 2019, bertempat di Graha Adipoday Kabupaten Sumenep Jawa Timur, dihadiri oleh Achmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur wilayah Sumenep, perwakilan pengadilan Agama Kabupaten Sumenep, serta Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep. Dipadati ribuan pelajar tingkat akhir (SMA dan sederajad), acara pameran dimeriahkan oleh hadirnya 60 Stan peserta pameran dari berbagai PT (Perguruan Tinggi) Negeri maupun Swasta. Acara Pameran dibuka oleh Achmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep. Senin (18/11/2019).

Dalam sambutannya Achmad Fauzi Wakil Bupati Sumenep, berpesan faktor ekonomi bukanlah halangan berkuliah. Hari ini persolan ekonomi bukan lagi sebuah halangan untuk kuliah. Semuanya tergantung kemauan dan motivasi masing-masing calon mahasiswa, sebab pemerintah maupun perguruan tinggi telah banyak memberikan peluang beasiswa kepada masyarakat yang tidak mampu. Carilah informasi valid dan berkonsultasi langsung dengan pihak perguruan tinggi, agar para siswa tidak salah pilih.

“Di Era sekarang ini, jangan sampai ada Anak-anak lulusan SMA dan sederajat yang tidak dapat melanjutkan kuliah,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Sugiono Eksantoso, Kacabdin Kabupaten Sumenep, dalam wawancara mengatakan, pameran pendidikan tinggi dan pameran profesi tersebut merupakan yang pertama di Jawa Timur. Karena perguruan tinggi juga ada disini dan pameran pendidikan juga berkolaborasi dengan Kewirausahaan dan pentas seni.

Dalam keterangannya kepada media Sugiono menyampaikan, pada pamemeran kali ini ada sekira 60 stan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Diharapkan pelajar SMA tingkat akhir mendapat informasi dan pandangan kedepannya untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi atau perguruan tinggi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa tingkat akhir dan dapat memberikan motivasi kepada siswa lainnya, agar mereka tetap melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Kacabdin Sugiono. Senin (18/11) (Ong).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *