Polres Mojokerto Tangkap Debt Collector Ilegal Pelaku Perampasan Mobil Pajero Sport

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengungkapan kasus debt collector ilegal, Senin (2/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengungkapan kasus debt collector ilegal, Senin (2/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Polres Mojokerto mengungkap kasus dugaan pemerasan dan penggelapan kendaraan bermotor yang melibatkan oknum debt collector ilegal. Tiga pelaku berhasil ditangkap, sementara satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial JS, RW, dan MM diamankan aparat kepolisian pada 26 Januari 2026 di wilayah Sidoarjo dan Surabaya setelah melalui proses penyelidikan intensif. Kasus ini menjadi perhatian karena modus pelaku dilakukan dengan cara menghadang korban di jalan raya.

Peristiwa bermula pada 15 September 2025 di Dusun Mengelo Selatan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Saat itu korban yang tengah mengemudikan mobil Mitsubishi Pajero Sport dihentikan oleh para pelaku yang mengaku sebagai petugas perusahaan pembiayaan.

Pelaku kemudian memaksa korban keluar dari kendaraan dengan dalih penarikan unit kredit bermasalah. Tanpa menunjukkan dokumen resmi maupun putusan pengadilan, kendaraan tersebut dibawa kabur dan selanjutnya dijual seharga Rp80 juta.

Hasil penjualan mobil kemudian dibagi rata di antara para pelaku. Polisi berhasil mengungkap identitas tersangka berdasarkan keterangan saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan para tersangka kini dijerat Pasal 482 ayat (1) dan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku debt collector tanpa dilengkapi dokumen resmi dan mekanisme hukum yang sah,” ujar Aldhino.

Ia menegaskan, setiap proses penarikan kendaraan wajib melalui prosedur hukum yang jelas dan tidak boleh dilakukan dengan intimidasi di jalan.

“Apabila masyarakat mengalami pemaksaan atau perampasan kendaraan di jalan, segera tolak dan laporkan melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat,” tegasnya.

Penulis : Budiono-RB

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru