SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Warga Jalan Assalam I, Dukuh Tunggu, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kos, Sabtu (30/5/2026) pagi. Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga sekitar karena korban sudah beberapa hari tak terlihat beraktivitas.
Korban diketahui pria berusia 52 tahun asal Kabupaten Sukoharjo yang tinggal di kamar nomor 7 rumah kos tersebut. Saat ditemukan, jasad korban berada dalam posisi tertelungkup di lantai kamar dan kondisinya sudah mengalami pembusukan.
Kecurigaan bermula ketika penghuni sekitar kos tak lagi melihat aktivitas korban sejak Kamis lalu. “Korban terakhir terlihat pada Kamis,” demikian informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum kabar itu diteruskan kepada pemilik kos.
Pemilik kos kemudian melakukan pengecekan ke kamar korban. Saat pintu dibuka, lampu kamar masih menyala dan pintu tidak dalam keadaan terkunci. Di dalam kamar, korban sudah tergeletak tak bernyawa.
Warga yang mengetahui kondisi itu segera menghubungi aparat setempat. Polisi dari Polsek Tembalang pun datang ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan awal.
Petugas medis dari Puskesmas Rowosari ikut diperbantukan untuk memastikan kondisi korban. Dari pemeriksaan awal, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan. “Kondisi jasad sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan,” ujar keterangan awal di lokasi.
Tim Identifikasi atau Inafis Polrestabes Semarang lalu melakukan olah TKP secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan pada kamar, barang-barang milik korban, serta keterangan para saksi yang mengetahui aktivitas terakhir korban.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada kerusakan di kamar dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Barang-barang milik korban juga masih berada di tempat semula.
Atas dasar itu, kepolisian menduga korban meninggal karena sakit. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi di lokasi yang tidak mengarah pada tindak pidana. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” demikian hasil pemeriksaan awal petugas.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang menggunakan mobil jenazah relawan untuk penanganan lebih lanjut. “Korban dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan,” kata petugas di lokasi.
Pihak keluarga korban yang telah menerima kabar tersebut menyatakan ikhlas dan menerima kejadian itu sebagai musibah. Mereka juga telah membuat surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.
Polisi mengimbau warga agar lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama bagi penghuni rumah kos atau kontrakan yang tinggal sendiri. “Komunikasi antarwarga penting agar kondisi darurat bisa cepat diketahui,” demikian imbauan petugas. Hingga proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, situasi di lokasi berlangsung aman dan kondusif, “pungkasnya.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar