Proyek Rehab Jaringan Irigasi Sepucung Diduga Tidak Sesuai Standar

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Rehabilitasi jaringan irigasi sepucung di Kecamatan Ngrambe, Kabupatem Ngawi Jawa Timur, mendapat sorotan masyarakat. Salah satunya penggunaan produk beton yang berbentuk “L” untuk penahan tanah, yang diduga tidak sesuai standar. Hal tersebut terlihat banyaknya retakan dibeberapa bagian pada produk beton “L” tersebut. Bahkan sudah banyak yang terpasang. Hal ini juga menjadi perhatian kepala tukang, atau mandor dimana produk beton “L” tersebut banyak yang rusak.

Kepala bidang pembangunan rehabilitasi dan pengelolaan irigasi (PRPI), Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang  (PUPR) Ngawi,  Rachmad dalam keterangannya mengatakan, bahwa hal tersebut sudah disampaikan pada pihak pelaksana. Namun pihaknya belum melihat lokasi proyek tersebut, dan akan mengeceknya dalam waktu dekat.

Dikatakannya,” Pelaksana sudah saya hubungi mas, nanti kita akan ngecek lokasi guna memastikan kabar tersebut. Bila memang tidak sesuai standar akan kita tegur, dan kita suruh ganti,” kata Rachmad via selulernya, Rabu,(16/10/2019).

Bacaan Lainnya

Disamping itu, proyek yang bernilai kisaran 1.250.000.000 tersebut juga belum ada pendampingan dari TP4D, dan hal tersebut dibenarkan oleh Rachmad. Dikatakannya,” memang benar proyek yang ada di bidang kami itu belum didampingi TP4D,” terangnya singkat.

Sementara itu, dari pihak pengawas proyek tersebut, Cokro, ketika dikonfirmasi mengatakan,” mungkin retaknya bahan beton tersebut disebabkan penataan pada saat diangkut, saling tumpang tindih. Namun kita memastikan bahwa, produk yang digunakan untuk dipasang tersebut masih utuh, dan yang retak tidak dipasang. Semua juga sudah sesuai standar karena produk itu dari pabrikan,” terang Cokro. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.