PTUN Pontianak Periksa Sengketa HGB Arteri Supadio Kubu Raya

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi sengketa HGB di Arteri Supadio, Kubu Raya, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/Ded-RadarBangsa.co.id)

Lokasi sengketa HGB di Arteri Supadio, Kubu Raya, Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/Ded-RadarBangsa.co.id)

KUBU RAYA, RadarBangsa.co.id — Sengketa lahan di Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kembali mengemuka setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pontianak menggelar sidang pemeriksaan setempat, Jumat (6/2/2026). Pemeriksaan lapangan ini menjadi bagian krusial untuk mencocokkan klaim para pihak dengan kondisi faktual objek sengketa.

Objek perkara berupa sebidang tanah seluas 16.100 meter persegi yang terletak di Desa Sungai Raya Dalam. Lahan tersebut telah diterbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dengan Nomor Induk Bidang (NIB) 14.14.000002003.0 atas nama Dahlan Iskan, berlaku hingga 6 Agustus 2024. HGB diterbitkan berdasarkan Keputusan Nomor 00010/HGB/BPN-61.00/VIII/2024 tertanggal 6 Agustus 2024 oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Namun, penerbitan HGB itu digugat oleh pihak ahli waris yang mengklaim memiliki hak atas lahan yang sama. Gugatan diajukan oleh Agus Husin terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kubu Raya, dengan turut melibatkan penerima manfaat HGB, termasuk Dahlan Iskan dan perusahaan terkait, PT Arunita Bintang Makmur.

Sidang lapangan dihadiri majelis hakim PTUN Pontianak, para pihak yang bersengketa, perwakilan BPN, serta aparat pengadilan. Ketua majelis hakim, Rinova Heppiyani Simanjuntak, menegaskan pemeriksaan setempat bertujuan menggali fakta lapangan secara objektif.

“Kita melihat ada klaim dari masing-masing pihak. Sidang ini untuk mencocokkan dokumen dengan kondisi nyata di lokasi. Semua pihak diminta menjaga situasi tetap kondusif agar pemeriksaan berjalan lancar,” ujar Rinova di lokasi.

Dari pihak yang menguasai lahan berdasarkan transaksi jual beli, Armen Lukman menyatakan pembelian dilakukan setelah sertifikat HGB diterbitkan BPN. Ia menyebut transaksi resmi dilakukan pada 2025.

“Pada saat membeli, sertifikat yang ditunjukkan adalah dokumen resmi dari BPN Kubu Raya. Karena sertifikat ada dan objeknya jelas, maka klien kami lakukan pembelian,” kata Armen. Ia menambahkan pembelian dilakukan dari pihak bernama Dahlan Iskan dan sepenuhnya mengacu pada dokumen pertanahan yang sah.”

Armen menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak ingin berspekulasi terkait dugaan pelanggaran prosedur. “Soal teknis penerbitan sertifikat merupakan kewenangan BPN yang memiliki standar operasional dan mekanisme sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Husin bersama kuasa hukumnya, M. Ali Makin, menyatakan keberatan atas terbitnya HGB tersebut. Mereka menilai terdapat kejanggalan administrasi, termasuk dasar hukum hak atas tanah dan proses penerbitan peta bidang.

“Kami telah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sejak 2014 terkait kepemilikan tanah ini. Seharusnya putusan itu menjadi pertimbangan utama agar tidak diterbitkan hak baru,” kata Ali Makin. Ia menyebut proses pengukuran dan peta bidang sempat dilakukan, namun kemudian dibatalkan tanpa penjelasan memadai.

Kuasa hukum penggugat menegaskan pihaknya akan menempuh seluruh upaya hukum yang tersedia apabila ditemukan pelanggaran administrasi atau dugaan pemalsuan dokumen. “Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi ini amanah klien yang harus diperjuangkan sampai tuntas,” ujarnya.

PTUN Pontianak dijadwalkan melanjutkan sidang lanjutan untuk menilai keabsahan penerbitan HGB tersebut. Putusan perkara ini dinilai memiliki dampak luas bagi kepastian hukum pertanahan dan tata kelola administrasi agraria di Kubu Raya.

Penulis : Dedy

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru