10 Pekerja Seks Komirsial dari Luar Daerah, Serbu Kabupaten Pasuruan

- Redaksi

Kamis, 7 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN,RadarBangsa.co.id – Praktik prostitusi di wilayah Kabupaten Pasuruan masih saja menggeliat. Buktinya, masih saja banyak pekerja seks komersial (PSK) yang mangkal di sejumlah tempat.

Bahkan, mereka beroperasi tak kenal waktu. Siang hari pun mereka tetap mangkal. Hal itu terbukti dari giat operasi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pasuruan kemarin (6/11).

Dalam operasi pekat tersebut, petugas mengamankan 10 PSK. Mereka keseluruhannya bukan berasal dari Kabupaten Pasuruan. “Ada yang dari Jombang, Lumajang, Probolinggo, Malang, hingga Kediri ataupun Situbondo,” kata Kabid Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pasuruan Edy Prayitno.

Edy –sapaannya- menyampaikan, operasi pekat itu dilakukan sebagai upaya menanggulangi pelacuran di wilayah Kabupaten Pasuruan. Hal ini seperti yang diatur dalam Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Pelacuran.

Karena pelacuran menjadi salah satu risiko penyebar penyakit menular. Seperti HIV dan penyakit berbahaya lainnya. “Ini sebagai upaya dalam meminimalisasi penyebaran HIV/ADIS di wilayah Kabupaten Pasuruan yang disebarkan dari pelacuran,” ulasnya.

Giat operasi pekat itu berlangsung mulai pukul 11.00. Tak kurang dari 15 petugas dikerahkan. Mereka menyisir sejumlah wilayah yang diindikasi menjadi tempat mangkal PSK.

Selain kawasan Pasar Baru, petugas juga melakukan penyisiran di wilayah Sedarum hingga Karanganyar. Operasi itu berjalan tak mudah karena sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Sejumlah PSK yang tak mau diciduk, memilih kabur.

Namun, karena kalah cepat, mereka pun ditangkap. Dari tiga tempat tersebut pol pp kab pasuruan berhasil mengamankan 10 psk. dikawasan pasar baru 6 0rang diantaranya, Sp 50 asal kabupaten Lumajang, Ni 20 asal kabupaten jombang, Mnt asal kabupaten Situbondo, Ss 38, asal kabupaten Lumajang, Sh, asal kabupaten Probolinggo, As 47 asal kabupaten Lumajang , Kawasan Sedarum 2 Orang, Fr 40 asal kabupaten Lumajang , Ls 36 asal kabupaten Nganjuk , Kawasan Karanganyar 2 Orang , Li 40 asal kabupaten Malang, Ts 39 asalkabupaten Kediri, Kebanyakan dari mereka sedang menunggu pelanggan. Tapi, ada pula dari mereka yang sempat kejar-kejaran dengan petugas, tambahnya.

Mereka kemudian digiring ke Dinsos Kabupaten Pasuruan untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan. ( Ank/ ek)

Berita Terkait

Kemnaker-Kemenekraf Siapkan Talenta Kreatif, Peluang Kerja Baru Dibuka
Kemnaker Gandeng IJTI, Jurnalis Kampus Disiapkan Hadapi Era AI
Jatim Ungguli Nasional dalam Tekan Pengangguran, Khofifah Raih Penghargaan dan Bonus Rp3 Miliar
Pengangguran Jatim Kini 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Terbaik se-Jawa Bali
Gubernur Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Ekspor Halal Sudah Tembus USD 3,2 Miliar
Hari Lahir Pancasila, Pemkot Lubuk Linggau Dorong UMKM dan Persatuan
65 Kepala Sekolah Baru Dilantik, Khofifah Titip Misi Cetak Generasi Pintar dan Berintegritas
Produksi Padi Jatim Tertinggi Se-Indonesia, Tembus 7,71 Juta Ton di Tengah Ancaman Iklim Global
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:16 WIB

Kemnaker-Kemenekraf Siapkan Talenta Kreatif, Peluang Kerja Baru Dibuka

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:11 WIB

Kemnaker Gandeng IJTI, Jurnalis Kampus Disiapkan Hadapi Era AI

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ungguli Nasional dalam Tekan Pengangguran, Khofifah Raih Penghargaan dan Bonus Rp3 Miliar

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:28 WIB

Pengangguran Jatim Kini 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Terbaik se-Jawa Bali

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah: Jawa Timur Tak Boleh Hanya Jadi Pasar, Ekspor Halal Sudah Tembus USD 3,2 Miliar

Berita Terbaru