Gadis Lamongan Jadi Korban Mutilasi di Mojokerto, Keluarga Syok dan Rumah Mendadak Sepi

Senin, 8 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potret TAS (kiri), korban mutilasi di Pacet, Mojokerto, dan terduga pelaku (kanan) yang kini diamankan polisi. (Foto Dok RadarBangsa.co.id)

Potret TAS (kiri), korban mutilasi di Pacet, Mojokerto, dan terduga pelaku (kanan) yang kini diamankan polisi. (Foto Dok RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Warga Desa Made, Kecamatan Lamongan Kota, dikejutkan kabar duka atas meninggalnya TAS (25), seorang gadis asal desa setempat yang menjadi korban mutilasi di kawasan jurang Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/9/2025).

Ketua RW Desa Made, R Sukindro, membenarkan bahwa korban adalah putri pasangan Sudarmaji dan Evi. Ia menyampaikan informasi itu didampingi Ketua RT setempat, Sukirno.
“Korban anaknya Sudarmaji dan Evi. Dulu pernah pulang bersama teman dekatnya yang dikenalkan ke keluarga. Tetangga mengira pacarnya. Tapi belakangan sudah lama tidak terlihat lagi,” kata Sukindro saat ditemui di rumah duka, Minggu (7/9/2025).
Menurut Sukindro, TAS sudah lama tinggal di Surabaya setelah menyelesaikan kuliah. Ia disebut bekerja di kota itu bersama seorang pria yang diduga pacarnya. Namun, status hubungan keduanya belum jelas.

“Entah pacar atau suaminya, saya tidak tahu. Ada yang bilang sudah nikah siri, ada juga yang bilang pacarnya orang Medan,” tambahnya.

Meski jarang pulang, TAS dikenal warga sebagai pribadi pendiam dan mudah bergaul. Selama tinggal di Desa Made, ia tidak pernah menimbulkan masalah.

“Kalau pekerjaan jelasnya saya tidak tahu, mungkin jarang pulang karena sudah punya kesibukan dan ada pasangannya itu,” tutur Sukindro.

Kini rumah orang tua korban tampak tertutup. Informasi yang beredar, keduanya berada di Surabaya atau Mojokerto untuk mengurus pemulangan jenazah.

Kepala Desa Made, Eko Widiyanto, mengatakan identitas korban terkonfirmasi setelah dilakukan pencocokan data oleh kepolisian.

“Awalnya saya dikirimi data dari Bhabinkamtibmas, dan setelah dicek memang cocok dengan identitas warga kami,” jelasnya.

Eko menyebut, pihak desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat RW/RT sudah berkoordinasi mengenai rencana pemakaman. “Saya masih menunggu kabar dari pak Babin soal kedatangan jenazah,” ujarnya.

Diketahui, TAS adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia sudah lama tinggal di kos Surabaya, sementara kedua orang tuanya sehari-hari berjualan makanan ringan di Lamongan.

Pantauan di lapangan, rumah orang tua TAS terlihat lengang. Pintu gerbang tertutup, dua motor masih terparkir, dan daun kering menutupi atap rumah. Sang adik yang masih berada di rumah disebut sangat terpukul hingga enggan keluar menemui tetangga.

Sekitar pukul 15.00 WIB, warga bersama pengurus RW akhirnya membujuk sang adik dan membawanya ke rumah kerabat di Mojo, Lamongan, untuk mendapatkan pendampingan keluarga.

Kasus mutilasi yang menimpa TAS kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara warga Desa Made hanya bisa menunggu kepulangan jenazah untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

“Warga sini ikut berduka. Kami berharap pelakunya cepat tertangkap, supaya keluarga bisa mendapat keadilan dan tenang melepas kepergian almarhumah,” pungkas Sukindro.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru