SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena pernyataan politik atau kegiatan formal, melainkan karena kesederhanaannya saat menghadiri rapat warga di kawasan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Minggu (7/9/2025).
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu tampak mengikuti pertemuan tanpa alas kaki. Kehadirannya dalam forum koordinasi pengamanan swakarsa ini digelar untuk mengantisipasi kerawanan sosial pascademo anarkis beberapa waktu lalu.
Sikap sederhana Ning Lia bukan kali pertama terlihat. Sejak lama, ia dikenal sebagai senator yang tidak segan membaur bersama masyarakat, bahkan dalam suasana yang sangat sederhana.
“Ning Lia itu sosok pejabat publik yang rendah hati dan merakyat. Dia selalu hadir tanpa jarak dengan warga,” ujar H. Muhaimin, tokoh masyarakat sekaligus Ketua MWC Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Wonocolo.
Menurut pria yang akrab disapa Abah Muhaimin itu, kedekatan Ning Lia dengan warga merupakan wujud nyata seorang wakil rakyat. Apalagi, ia lahir dan besar di kawasan Wonocolo sehingga memiliki ikatan emosional yang kuat.
“Beliau kebanggaan masyarakat sini. Terbukti, dukungannya sangat tinggi di Wonocolo saat Pemilu 2024,” tambah mantan Lurah Sidosermo tersebut.
Sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sekaligus putri tokoh NU, KH. Masykur Hasyim, Ning Lia kerap diidentikkan dengan garis keturunan tokoh besar. Namun, menurut warga, hal itu tidak membuatnya berjarak.
“Meski dari keluarga besar, ia tetap tampil sebagai pribadi yang apa adanya. Itulah yang membuat masyarakat semakin respek,” lanjut Abah Muhaimin yang kini juga duduk di DPRD Kota Surabaya.
Selain dikenal dekat dengan warga, Ning Lia juga kerap bersinergi dengan para legislator daerah. Abah Muhaimin menuturkan, dirinya bersama Ning Lia sering berkolaborasi dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat Wonocolo.
“Salah satunya soal akses jembatan yang menghubungkan kampus UIN Sunan Ampel dengan permukiman warga. Kami sama-sama mengakomodasi aspirasi itu karena memang tugas kami untuk memperjuangkan konstituen,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi mengenai momen dirinya nyeker, Ning Lia menanggapinya dengan santai. Ia mengaku tidak ada yang istimewa dalam peristiwa tersebut.
“Itu hal biasa. Sandal saya memang ada di seberang tempat duduk, jadi saya tidak pakai,” ucapnya sambil tersenyum.
Ia menambahkan, dirinya terbiasa melakukan sesuatu secara spontan tanpa bergantung pada orang lain.
“Selama bisa dilakukan sendiri, ya saya lakukan sendiri. Apalagi cuma ambil sandal,” tutur Ning Lia.
Lainnya:
- DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
- Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
- Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








