SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong reformasi pendidikan berbasis karakter. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan 40 Sekolah Berintegritas sebagai langkah konkret membangun generasi unggul dan bebas praktik menyimpang sejak bangku sekolah.
Peluncuran yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Senin (4/5/2026), bukan sekadar seremoni. Program ini menjadi strategi jangka panjang untuk menekan potensi penyimpangan seperti kecurangan akademik hingga budaya tidak jujur yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia.
Peresmian ditandai dengan penekanan sirine bersama perwakilan kepala sekolah dari berbagai daerah, mulai Blitar, Jombang, Sumenep, Jember hingga Pacitan.
“Sekolah berintegritas ini bukan hanya simbol, tapi gerakan nyata membentuk karakter siswa yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” tegas Khofifah.
Ia menekankan, integritas harus dibangun sejak dini agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, langkah ini menjadi investasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Jawa Timur ditargetkan menjadi salah satu lumbung SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan nilai-nilai lokal.
“Kalau kejujuran sudah menjadi budaya sejak sekolah, kita akan melahirkan pemimpin masa depan yang amanah dan visioner,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menambahkan, 40 sekolah tersebut tersebar di 38 kabupaten/kota dan akan menjadi proyek percontohan.
Program yang diterapkan pun beragam, mulai dari kantin kejujuran hingga kelas tanpa gadget untuk mendorong kedisiplinan dan fokus belajar.
“Ini pilot project. Nanti akan direplikasi ke sekolah lain jika terbukti efektif,” jelas Aries.
Dampaknya diharapkan langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga beretika.
Masih dalam rangkaian Hardiknas, Pemprov Jatim juga mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui gerakan minum tablet tambah darah secara serentak oleh 1.572.404 siswa.
Program ini menyasar isu kesehatan remaja, khususnya pencegahan anemia yang berpotensi menurunkan kualitas generasi masa depan.
“Ini penting untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah risiko kesehatan, termasuk saat kehamilan di masa depan,” kata Khofifah.
Selain itu, Khofifah juga menerima hak cipta lagu “Jatim Cerdas (Siap Jadi Juara)” yang menjadi bagian dari kampanye pendidikan di Jawa Timur.
Tak hanya fokus pada karakter dan kesehatan, Hardiknas 2026 juga menampilkan inovasi siswa. Pameran Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diikuti 168 lembaga pendidikan menunjukkan kontribusi nyata sekolah dalam mendukung ketahanan pangan.
Di sisi lain, konvoi 35 kendaraan listrik karya siswa SMK menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur mulai menjawab tantangan teknologi masa depan.
Penghargaan juga diberikan kepada siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional, mempertegas bahwa kualitas pendidikan Jatim terus meningkat.
Khofifah menegaskan, kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar program ini tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.
“Kita butuh pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi, tapi juga membentuk karakter dan kemanusiaan,” pungkasnya.








