SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 1.239 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sidoarjo resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, Selasa (5/5). Pemerintah daerah menegaskan kesiapan layanan haji sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai kunci kelancaran ibadah.
Keberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, dengan 749 jemaah dari kloter 53 dan 54 berangkat lebih awal. Sementara 490 jemaah lainnya dari kloter 55 dan 56 dilepas langsung Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, dalam suasana haru dan penuh doa.
Momentum ini bukan sekadar seremoni. Bagi pemerintah, pemberangkatan haji menjadi indikator kualitas pelayanan publik, mulai dari kesiapan kesehatan, manajemen keberangkatan, hingga pendampingan selama di Tanah Suci.
Dalam prosesi pelepasan, lantunan talbiyah menggema, menandai dimulainya perjalanan spiritual para jemaah. Namun di balik suasana religius, pemerintah menekankan aspek teknis yang krusial, terutama kondisi fisik jemaah yang beragam usia.
“Saya titip, panjenengan semua menjaga kesehatan dan fokus beribadah. Setibanya di Madinah, manfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah,” ujar Mimik.
Ia menjelaskan, para jemaah akan berada di Madinah sekitar 25 hari sebelum melanjutkan rangkaian ibadah di Makkah selama 10 hari. Skema ini menuntut stamina dan disiplin tinggi, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap arahan petugas haji. Koordinasi yang baik dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah risiko, termasuk kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan lainnya.
“Ibadah haji adalah panggilan Allah. Tidak semua yang mampu bisa berangkat. Maka harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sidoarjo, Eliana, memastikan seluruh jemaah telah melalui proses persiapan ketat. Mulai dari manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga vaksinasi wajib seperti meningitis, polio, dan Covid-19.
“Seluruh jemaah dalam kondisi siap, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujarnya.
Data menunjukkan, total jemaah haji asal Sidoarjo tahun ini mencapai 2.700 orang. Rentang usia jemaah cukup lebar, dari 18 hingga 85 tahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus selama perjalanan.
Bagi masyarakat, keberangkatan ini membawa dampak luas. Selain menjadi momentum spiritual, aktivitas haji juga menggerakkan sektor ekonomi lokal, mulai dari jasa transportasi, perlengkapan ibadah, hingga layanan kesehatan.
Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam kondisi sehat. Selain itu, mereka juga diharapkan menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Kami mohon doa untuk Sidoarjo agar semakin baik dan masyarakatnya sejahtera,” pungkas Mimik.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin








