Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah

Selasa, 5 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat saat peletakan batu pertama program Rutilahu, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat saat peletakan batu pertama program Rutilahu, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LUBUK LINGGAU, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Lubuk Linggau mulai mengebut penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu) dengan meluncurkan program Gebrak Rutilahu 2026, ditandai peletakan batu pertama di rumah warga Kayani, Selasa (5/5). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah menjawab persoalan hunian tidak layak yang masih dialami ratusan warga.

Peluncuran yang digelar di Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini menandai dimulainya intervensi langsung pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses tempat tinggal yang aman dan sehat. Perbaikan rumah dinilai krusial karena berdampak pada kualitas hidup, kesehatan, hingga produktivitas warga.

Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, menegaskan program ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis kebutuhan riil masyarakat. “Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi warga yang membutuhkan hunian layak,” ujarnya.

Data Pemkot menunjukkan, pada 2025 terdapat ratusan unit rumah tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 unit telah diperbaiki. Tahun ini, pemerintah kembali menargetkan perbaikan 76 unit tambahan sebagai upaya berkelanjutan.

Tak hanya mengandalkan APBD, program ini juga diperkuat dukungan pemerintah pusat. Sebanyak 179 unit rumah mendapat bantuan dari balai kementerian terkait. Dengan demikian, total intervensi mencapai ratusan unit yang diharapkan mampu menekan angka kemiskinan berbasis hunian.

Rachmat menekankan, kolaborasi menjadi kunci agar program tepat sasaran. Pemerintah menggandeng BAZNAS dan Forum CSR untuk menjangkau warga yang belum masuk dalam data resmi penerima bantuan sosial.

“Kolaborasi ini penting agar masyarakat yang belum terakomodir tetap bisa dibantu,” katanya.

Persoalan utama yang dihadapi adalah masih adanya warga yang tinggal di rumah tidak layak namun belum tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Akibatnya, mereka berpotensi tidak mendapatkan bantuan pemerintah.

Untuk mengatasi celah tersebut, Pemkot menyiapkan skema pendataan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTTKS) tingkat kota. Langkah ini dilakukan agar intervensi bantuan lebih inklusif dan tidak meninggalkan warga rentan.

“Kalau tidak terdata, mereka tidak bisa mendapatkan bantuan. Maka kita siapkan solusi lewat pendataan daerah,” tegasnya.

Program Gebrak Rutilahu diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kesehatan lingkungan, rasa aman, hingga kualitas hidup keluarga penerima. Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja lokal melalui kegiatan pembangunan.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data, Pemkot Lubuk Linggau menargetkan program ini menjadi solusi nyata bagi persoalan hunian warga. “Harapannya, semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan hidup lebih layak,” pungkas Rachmat.

Penulis : Separi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru