SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Upaya menekan risiko penyakit jantung di Kabupaten Sidoarjo mulai digencarkan secara sistematis. Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo melatih 140 instruktur Senam Jantung Sehat (SJS) sebagai garda depan perubahan gaya hidup masyarakat.
Pelatihan digelar di Delta Graha, Selasa (5/5), dengan melibatkan peserta dari seluruh kecamatan. Program ini menjadi langkah preventif di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular akibat pola hidup sedentari.
Ketua YJI Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, menegaskan penyakit jantung masih menjadi ancaman serius yang dipicu gaya hidup modern. Minimnya aktivitas fisik dan tingginya konsumsi makanan instan dinilai memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
“Kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama. Karena itu, senam jantung sehat harus digalakkan sebagai gerakan bersama,” ujarnya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam anak-anak. Kebiasaan penggunaan gawai yang tinggi membuat generasi muda semakin jarang bergerak, meningkatkan risiko obesitas sejak dini.
“Konsumsi makanan instan tinggi pengawet tanpa aktivitas fisik bisa merusak kesehatan. Anak-anak sekarang juga kurang bergerak,” tegas Sriatun.
Pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan teknik senam, tetapi juga edukasi pola hidup sehat. Instruktur dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui aktivitas rutin dan pola makan seimbang.
Langkah ini dinilai penting karena pencegahan jauh lebih efektif dibanding pengobatan. Dengan pendekatan komunitas, perubahan perilaku masyarakat diharapkan bisa terjadi lebih cepat dan merata.
Para peserta ditargetkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menggerakkan masyarakat hingga tingkat RT dan desa untuk rutin berolahraga.
“Peserta harus menjadi motor penggerak. Ajak keluarga dan lingkungan untuk hidup lebih sehat,” katanya.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ajang seleksi instruktur terbaik yang akan dipersiapkan mengikuti kejuaraan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya berdampak kesehatan, tetapi juga membuka ruang prestasi.
Bagi masyarakat, manfaat program ini cukup nyata. Selain meningkatkan kebugaran, senam jantung sehat juga dapat menekan risiko penyakit kronis, mengurangi beban biaya kesehatan, serta meningkatkan produktivitas warga.
YJI Sidoarjo berharap gerakan ini menjadi budaya baru yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, upaya pencegahan penyakit jantung tidak lagi bersifat sporadis, tetapi menjadi gerakan kolektif.
“Ini bukan sekadar olahraga, tapi gerakan preventif untuk masa depan kesehatan masyarakat,” pungkas Sriatun.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin








