MALANG, RadarBangsa.co.id – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang yang digelar di Grand Miami, Kepanjen, Minggu (29/3) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam konsolidasi politik internal partai sekaligus mendapat perhatian karena menyoroti peran strategis partai politik dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab PKB. Ia menilai forum tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi bagian dari proses demokrasi yang sehat, dewasa, dan bertanggung jawab.
“Muscab merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan,” tegas Sanusi di hadapan pengurus dan kader PKB dari 33 kecamatan se-Kabupaten Malang.
Turut hadir dalam agenda tersebut antara lain Daniel Johan dari DPP PKB, Muhammad Ashari dari DPW PKB Jawa Timur, sejumlah ketua DPC PKB, serta anggota DPRD Kabupaten Malang.
Sanusi menekankan bahwa Kabupaten Malang merupakan rumah besar bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki latar belakang suku, agama, dan pilihan politik yang beragam. Menurutnya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk memperkuat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran partai politik sebagai sarana pendidikan politik masyarakat sekaligus pilar utama dalam menjaga demokrasi dan stabilitas sosial.
“Partai politik tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan politik, tetapi juga sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas, memperkuat demokrasi, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sanusi berharap PKB Kabupaten Malang dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Di tengah tantangan pembangunan, mulai dari sektor ekonomi, sosial hingga pelayanan publik, sinergi antara pemerintah dan partai politik dinilai menjadi kebutuhan utama.
Menurutnya, kontribusi partai politik sangat dibutuhkan untuk mengawal aspirasi masyarakat sekaligus melahirkan kader pemimpin yang berintegritas dan memiliki visi kebangsaan yang kuat.
Momentum Muscab ini, kata Sanusi, juga harus menjadi titik awal memperkuat komitmen organisasi agar lebih solid, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Baca Juga:
- Misi Suci Prajurit TNI di Perbukitan Cianjur
- NTB Kejutkan Indonesia, Sabet Juara 1 Ekonomi Syariah Nasional, Kalahkan 31 Provinsi
- FORNAS VIII 2025: Jawa Timur Unggul dalam Jumlah Peserta Senam Tera, 15 Provinsi Berlaga di Mataram
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








