LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Kepolisian Sektor Tikung menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat sinergi dengan organisasi keagamaan. Komitmen itu ditunjukkan Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo, S.H. dengan menghadiri Giat Malam Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 yang digelar MWC NU Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Sabtu malam (31/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor MWC NU Kecamatan Tikung tersebut diikuti sekitar 200 jamaah dari unsur pengurus NU, badan otonom, tokoh agama, aparat pemerintahan, serta unsur Polri dan TNI. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir sekitar 22.30 WIB dalam suasana tertib dan kondusif.
Kapolsek Tikung AKP Anang Purwo mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan wilayah.
“Kami dari Polsek Tikung mendukung penuh kegiatan keagamaan yang menyejukkan dan memperkuat persatuan. NU memiliki peran besar dalam menjaga kerukunan dan stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat,” ujar AKP Anang Purwo.
Ia menambahkan, sinergi antara ulama, umara, dan aparat keamanan menjadi kunci menjaga situasi Lamongan tetap aman dan damai.
“Dengan kebersamaan seperti ini, potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini. Polri siap bersinergi dengan NU dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ketua Panitia Harlah NU ke-100, Saiful Arif, menyebut tasyakuran ini tidak sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi NU memasuki abad kedua pengabdiannya untuk umat dan bangsa.
“Harlah ke-100 ini menjadi pengingat bahwa NU harus terus merawat tradisi sekaligus menguatkan organisasi agar mampu menjawab tantangan masa depan,” ujar Saiful Arif.
Menurutnya, tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Organisasi dalam Menyongsong Masa Depan” dipilih untuk menegaskan komitmen NU dalam menjaga nilai keislaman yang moderat dan berwawasan kebangsaan.
Sementara itu, Wakil PC NU Lamongan Dr. Madehan Ali menegaskan NU memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga persatuan nasional. Ia mengapresiasi kehadiran unsur Polri dan TNI dalam kegiatan keagamaan NU.
“NU sejak awal berdiri berkomitmen menjaga NKRI. Kehadiran Polri dan TNI malam ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara ulama dan umara demi keutuhan bangsa,” kata Madehan Ali.
Ia juga menekankan pentingnya NU tetap adaptif tanpa meninggalkan akar tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.
Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, pemberian penghargaan kepada penggerak NU, pemutaran video dokumenter, refleksi jam’iyah, hingga doa bersama. Pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel Polsek Tikung dibantu Banser.
Menutup rangkaian acara, Rois Syuriah KH. Ruslan Abdul Hamid mengajak seluruh warga NU menjadikan Harlah ke-100 sebagai titik tolak memperkuat pengabdian kepada umat, agama, dan negara.
“NU harus terus menjadi penyangga persatuan, penebar kedamaian, dan pelayan umat di mana pun berada,” pungkas KH. Ruslan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








