Kripik Tempe ‘QI’ Pandaan Pasuruan, UMKM Lokal Super Renyah

Minggu, 1 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasiatin menunjukkan Kripik Tempe “QI” hasil produksi UMKM Desa Sumberrejo, Pandaan, Pasuruan, Jumat (30/1/2026). (Foto Dok Ho/AH-RadarBangsa.co.id)

Kasiatin menunjukkan Kripik Tempe “QI” hasil produksi UMKM Desa Sumberrejo, Pandaan, Pasuruan, Jumat (30/1/2026). (Foto Dok Ho/AH-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Kripik Tempe “QI”, produk olahan tempe khas Dusun Pandelegan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu produk UMKM lokal yang diminati pasar. Diproduksi oleh Kasiatin, warga setempat, kripik tempe ini dikenal memiliki tekstur super renyah dengan cita rasa khas racikan rempah.

Kasiatin menjelaskan, kripik tempe buatannya tidak sekadar tempe yang digoreng tipis. Proses produksi melalui tahap perendaman adonan dengan campuran bumbu dan rempah tertentu yang diracik sendiri. Racikan tersebut menjadi kunci kerenyahan sekaligus pembeda dengan kripik tempe pada umumnya.

“Awalnya masih tebal, keras, dan kadang nyelip di gigi. Tapi alhamdulillah, setelah trial and error cukup lama, sekarang sudah ketemu formulanya,” ujar Kasiatin saat ditemui, Jumat (30/1/2026).

Dalam proses produksi, Kasiatin dibantu suaminya serta dua tetangga sekitar. Mereka mengerjakan seluruh tahapan secara manual, mulai dari pemotongan tempe, pencampuran adonan, hingga penggorengan menggunakan wajan berukuran besar. Dalam kondisi normal, produksi harian menghabiskan sekitar 15 kilogram tempe ukuran 20×20 sentimeter.

Namun, permintaan meningkat signifikan saat akhir pekan dan menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Natal. “Kalau momen ramai, pembelian tempe mentah bisa sampai Rp500 ribu per hari,” katanya.

Kripik Tempe “QI” dipasarkan dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari 55 gram seharga Rp5.000, 115 gram Rp10.000, 175 gram Rp15.000, hingga kemasan besar 2 kilogram seharga Rp160.000. Variasi kemasan tersebut memudahkan konsumen dari berbagai segmen.

Dari sisi pemasaran, produk ini telah menjangkau konsumen rumah tangga, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha rumah makan di Pasuruan dan sejumlah daerah lain. Kasiatin mengakui, dukungan Komunitas Perempuan Pengusaha Aktif dan Kreatif (KOMPPAK) Kabupaten Pasuruan berperan besar dalam memperluas jaringan pemasaran.

“Alhamdulillah, berkat pendampingan KOMPPAK, produk kami makin dikenal dan pemesanan terus berjalan,” pungkas Kasiatin.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru