SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Satya JKN Awards 2026 kategori Pemerintah Daerah Provinsi sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam mendukung kepatuhan badan usaha terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Penyerahan berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Gubernur Khofifah menyebut penghargaan itu menjadi motivasi bagi Pemprov Jatim untuk terus memperkuat perlindungan jaminan kesehatan masyarakat, termasuk pekerja yang memiliki hak atas kepesertaan JKN.
Menurut Khofifah, komitmen tersebut sejalan dengan program Jatim Sehat dalam Nawa Bhakti Satya. Pembangunan sektor kesehatan tidak hanya diarahkan pada pelayanan ketika masyarakat sakit, tetapi juga memastikan akses terhadap perlindungan kesehatan.
“Jatim Sehat bukan hanya berbicara tentang bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga bagaimana memastikan setiap warga memiliki akses terhadap perlindungan kesehatan. Termasuk para pekerja yang harus mendapatkan hak jaminan kesehatan melalui kepatuhan badan usaha terhadap Program JKN,” ujar Khofifah, Sabtu (31/10/2026).
Pemprov Jatim menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses layanan kesehatan. Di antaranya Kesehatan Inklusif, Preventif dan Aksesibel (KIPA), Pelayanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas (TANTISTAS), Desa Sehat, serta penguatan layanan kesehatan rujukan.
Melalui TANTISTAS, pemerintah daerah mendorong perluasan akses pembiayaan kesehatan, termasuk dukungan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dan pembiayaan bagi masyarakat miskin melalui Biakesmaskin.
Sementara program Desa Sehat difokuskan pada penguatan layanan kesehatan dasar. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), pemenuhan tenaga kesehatan, serta peningkatan kapasitas pelayanan Puskesmas.
Pemprov Jatim juga mengembangkan pelayanan kesehatan bergerak untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses. Layanan tersebut antara lain melalui rumah sakit terapung dan kunjungan dokter spesialis di wilayah Madura serta kepulauan.
“Prinsipnya, pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Tidak boleh ada warga yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan hanya karena persoalan jarak, kondisi geografis, maupun keterbatasan ekonomi,” kata Khofifah.
Penguatan fasilitas kesehatan rujukan dilakukan melalui program Jatim World Class Hospital Collaboration. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas rumah sakit milik Pemprov Jatim melalui modernisasi fasilitas, penguatan teknologi medis, serta kolaborasi dengan rumah sakit kelas dunia.
Namun, Khofifah menegaskan bahwa perluasan akses pelayanan kesehatan harus disertai kepatuhan badan usaha dalam memenuhi kewajiban kepesertaan JKN dan pembayaran iuran.
“Jangan sampai ada pekerja yang kehilangan hak perlindungan kesehatannya karena badan usaha tidak memenuhi kewajiban kepesertaan JKN. Perlindungan kesehatan pekerja merupakan tanggung jawab bersama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Pemprov Jatim akan terus meningkatkan koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan dunia usaha untuk memastikan kewajiban kepesertaan JKN dijalankan sesuai ketentuan.
Khofifah berharap penghargaan Satya JKN Awards 2026 memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan badan usaha dalam memperluas perlindungan kesehatan di Jawa Timur.
“Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, tetapi menjadi pengingat bahwa upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan harus terus dilanjutkan. Inilah semangat Jatim Sehat dalam Nawa Bhakti Satya,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya gotong royong seluruh elemen dalam menjaga keberlanjutan program JKN, mulai dari pemerintah, badan usaha, hingga masyarakat.
Ia mengapresiasi badan usaha yang konsisten memenuhi tanggung jawab memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi pekerja. Satya JKN Awards, menurutnya, diharapkan menjadi inspirasi bagi badan usaha lainnya.
“Satya JKN Award ini adalah penghargaan yang diberikan kepada badan usaha yang terus berkomitmen sehingga menjadi bagian integral dari semangat pemerintah untuk terus menumbuhkembangkan BPJS Kesehatan sebagai kekuatan gotong royong raksasa,” katanya.
Muhaimin juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dalam mendukung penyelenggaraan JKN. Ia berharap pemerintah daerah yang masih memiliki tunggakan kewajiban dapat segera menyelesaikannya agar tidak menghambat keberlangsungan program.
“Pemerintah daerah kita berikan apresiasi. Satya JKN Award ini juga karena pemerintah daerah memiliki komitmen yang tinggi,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar