BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Penguatan peran kader kesehatan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak. Kader didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan Posyandu, tetapi juga mampu memberikan edukasi dan pendampingan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat memberikan pengarahan dan pembinaan kepada kader kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kokop, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Muayyanah Fauzan Ja’far.
Dalam arahannya, Lukman menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keberadaan mereka dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kesadaran keluarga dalam menjaga kesehatan.
“Kader kesehatan memiliki peran penting karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran kader sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan,” ujar Lukman.
Menurutnya, kontribusi kader tidak sebatas membantu pelaksanaan pelayanan Posyandu. Mereka juga diharapkan berperan dalam memantau kondisi ibu dan anak serta mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.
“Kami berharap kader terus meningkatkan kepedulian dan pendampingan kepada masyarakat, terutama dalam memantau kesehatan ibu dan anak serta mendorong keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim menekankan pentingnya membangun kesadaran kesehatan mulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pendampingan kader diperlukan agar orang tua memahami kebutuhan gizi dan perkembangan anak.
“Kader tidak hanya berperan dalam kegiatan Posyandu, tetapi juga perlu aktif memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pentingnya memantau tumbuh kembang balita secara rutin,” ungkap Luthfiana.
Pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala menjadi salah satu perhatian dalam pendampingan tersebut. Melalui edukasi yang diberikan, keluarga diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan asupan gizi dan menjaga kesehatan anak secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap penguatan kapasitas kader juga disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan Muayyanah Fauzan Ja’far. Ia berharap peningkatan kemampuan kader dapat mendukung optimalisasi pendampingan keluarga di tengah masyarakat.
“Penguatan kapasitas kader kesehatan perlu terus dilakukan agar pendampingan keluarga semakin optimal dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak semakin meningkat,” tuturnya.
Pembinaan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kokop tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan para kader.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap sinergi berbagai pihak tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Dengan demikian, kader kesehatan diharapkan semakin optimal menjalankan perannya dalam mendampingi keluarga menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar