Jangan Korbankan Masa Depan karena Nikah Dini, Merita Bergerak di Pasuruan

Jumat, 30 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg Merita Rusdi Sutejo saat menyosialisasikan program CEPAK kepada mahasiswi Akbid Sakinah, Kamis (29/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan drg Merita Rusdi Sutejo saat menyosialisasikan program CEPAK kepada mahasiswi Akbid Sakinah, Kamis (29/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pencegahan perkawinan usia anak membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg Merita Rusdi Sutejo, mengajak ratusan mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Sakinah memahami pentingnya melindungi hak anak melalui sosialisasi program Pencegahan Perkawinan Usia Anak (CEPAK), Kamis (29/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Merita menegaskan bahwa perkawinan anak bukan sekadar persoalan usia atau hubungan cinta. Keputusan menikah pada usia dini berisiko membuat anak kehilangan berbagai hak dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, hingga perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi.

Ia mengingatkan para mahasiswi agar tidak menjadikan pernikahan dini sebagai pilihan yang menghambat cita-cita dan masa depan.

“Saya ingin semua remaja di sini tahu bahwa jangan sampai menikah di bawah umur. Setiap anak harus bebas dari segala bentuk eksploitasi serta mendapatkan peluang masa depan yang sama baiknya,” katanya.

Menurut Merita, sosialisasi CEPAK menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong langkah pencegahan perkawinan anak secara lebih efektif.

Ia juga menekankan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi mental, fisik, pendidikan, maupun ekonomi.

“Pernikahan bukan sekadar persoalan cinta atau usia, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, fisik, pendidikan, dan ekonomi. Menikah bukan perlombaan siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling siap. Jangan sampai cita-cita yang sudah kalian bangun harus terhenti karena keputusan yang diambil terlalu dini,” tegasnya.

Selain memberikan pemahaman kepada kalangan mahasiswa, Merita mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan terhadap hak anak, khususnya dalam menjamin tumbuh kembang mereka.

Ia juga mendorong para kader PKK untuk aktif memperluas edukasi mengenai pencegahan perkawinan anak agar pesan perlindungan anak menjangkau masyarakat lebih luas.

“Melalui sosialisasi CEPAK ini, semua pihak harus kompak untuk memperjuangkan hak anak-anak dalam mendapatkan keadilan, terutama dalam perlindungan tumbuh kembangnya,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

45,6 Ton Sampah Diangkat, Sungai Kalimati Banyuwangi Ternyata Punya Masalah Lain
46 Titik Lampu Menyala, Wajah Malam Desa Ngerong Pasuruan Berubah
Bangkalan Kirim 142 Atlet ke POPDA Jatim 2026, Atlet Nonjuara Juga Diberi Kesempatan
Indikator Gender Bangkalan Membaik, Bupati Minta PUG Diperluas
Empat Tahun Pisowanan, Warga Plosowahyu Lamongan Jaga Pesan Leluhur
Subandi Tekankan Transparansi CSR, Forum TJSLP Sidoarjo Periode 2026–2029 Dikukuhkan
Polres Pelalawan Pasang 76 Plang, Aktivitas di Lahan Bekas Karhutla Dibatasi
Rp500 Miliar untuk Jember, Hanura Soroti Anggaran Kesehatan dan Pesisir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33

45,6 Ton Sampah Diangkat, Sungai Kalimati Banyuwangi Ternyata Punya Masalah Lain

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:23

46 Titik Lampu Menyala, Wajah Malam Desa Ngerong Pasuruan Berubah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:16

Jangan Korbankan Masa Depan karena Nikah Dini, Merita Bergerak di Pasuruan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28

Bangkalan Kirim 142 Atlet ke POPDA Jatim 2026, Atlet Nonjuara Juga Diberi Kesempatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21

Indikator Gender Bangkalan Membaik, Bupati Minta PUG Diperluas

Berita Terbaru