45,6 Ton Sampah Diangkat, Sungai Kalimati Banyuwangi Ternyata Punya Masalah Lain

Jumat, 30 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 45,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, selama empat hari aksi bersih-bersih. Namun, penanganan sungai ini ternyata tidak berhenti pada pengangkutan sampah. Sedimentasi dan puluhan bangkai kapal nelayan di kawasan muara juga menjadi persoalan yang harus dituntaskan.

Memasuki hari keempat, Kamis (29/10/2026), petugas gabungan bersama masyarakat mulai memusatkan pekerjaan di kawasan muara. Sebelumnya, pembersihan telah menyasar sepanjang 700-800 meter kawasan sungai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menyebut volume sampah yang terkumpul mengalami perubahan setiap harinya.

Pada hari pertama, petugas mengumpulkan 12,5 ton sampah. Jumlah itu meningkat menjadi 18,3 ton pada hari kedua, kemudian 9,1 ton pada hari ketiga dan 5,7 ton pada hari keempat.

“Jadi total sekitar 45,6 ton selama 4 hari,” kata Bayu.

Pembersihan yang dimulai sejak Senin (26/10/2026) tersebut melibatkan warga setempat dan berbagai elemen masyarakat. Pemkab Banyuwangi menargetkan seluruh proses pembersihan kawasan Kalimati dapat diselesaikan dalam waktu sepekan.

Selain pengangkutan sampah, penanganan muara juga mencakup normalisasi sedimen. Dinas PU Pengairan Banyuwangi telah mendatangkan alat berat untuk mendukung pekerjaan tersebut.

Persoalan lainnya adalah keberadaan puluhan bangkai kapal nelayan yang terbengkalai di kawasan muara. Saat ini, bangkai kapal tersebut masih dalam proses inventarisasi sebelum diangkut.

Keberadaan kapal-kapal itu dinilai menghambat alur keluar-masuk air ketika terjadi pasang surut.

Di sisi lain, NGO Sungai Watch telah memasang trash barrier di aliran sungai. Perangkat tersebut berfungsi memantau kemungkinan masih adanya pembuangan sampah oleh warga sekaligus menahan sampah agar tidak masuk ke aliran sungai dari kawasan muara.

Bayu menegaskan, penanganan Kalimati harus menyentuh sumber persoalan, bukan hanya membersihkan sampah yang terlihat di permukaan.

“Karena bahasa bersih-bersih ini bukan hanya sampahnya aja ternyata, sumber masalahnya, sedimennya harus diturunkan, dan bangkai-bangkai kapalnya juga harus dibersihkan,” kata Bayu.

Dengan demikian, upaya pemulihan Sungai Kalimati mencakup tiga pekerjaan utama, yakni pengangkutan sampah, normalisasi sedimentasi, serta penanganan bangkai kapal yang mengganggu aliran air di kawasan muara.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

46 Titik Lampu Menyala, Wajah Malam Desa Ngerong Pasuruan Berubah
Jangan Korbankan Masa Depan karena Nikah Dini, Merita Bergerak di Pasuruan
Bangkalan Kirim 142 Atlet ke POPDA Jatim 2026, Atlet Nonjuara Juga Diberi Kesempatan
Indikator Gender Bangkalan Membaik, Bupati Minta PUG Diperluas
Empat Tahun Pisowanan, Warga Plosowahyu Lamongan Jaga Pesan Leluhur
Subandi Tekankan Transparansi CSR, Forum TJSLP Sidoarjo Periode 2026–2029 Dikukuhkan
Polres Pelalawan Pasang 76 Plang, Aktivitas di Lahan Bekas Karhutla Dibatasi
Rp500 Miliar untuk Jember, Hanura Soroti Anggaran Kesehatan dan Pesisir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33

45,6 Ton Sampah Diangkat, Sungai Kalimati Banyuwangi Ternyata Punya Masalah Lain

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:23

46 Titik Lampu Menyala, Wajah Malam Desa Ngerong Pasuruan Berubah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:16

Jangan Korbankan Masa Depan karena Nikah Dini, Merita Bergerak di Pasuruan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28

Bangkalan Kirim 142 Atlet ke POPDA Jatim 2026, Atlet Nonjuara Juga Diberi Kesempatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21

Indikator Gender Bangkalan Membaik, Bupati Minta PUG Diperluas

Berita Terbaru