SURABAYA, RadarBangsa.co.id – RSUD Dr. Soetomo Surabaya kembali membuktikan konsistensinya menjaga mutu pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut berhasil mempertahankan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) kategori Academic Medical Center untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tanpa melalui proses remedial.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai keberhasilan itu menunjukkan komitmen kuat seluruh jajaran rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien, profesionalisme tenaga kesehatan, serta kualitas tata kelola pelayanan.
Khofifah menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-88 RSUD Dr. Soetomo di Hall Gedung Pusat Diagnostik Terpadu, Surabaya, Kamis (29/10/2026).
Menurutnya, mempertahankan akreditasi internasional sebanyak tiga kali berturut-turut bukan pekerjaan sederhana. Prestasi itu harus menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan akuntabilitas rumah sakit.
“Semangat profesionalisme dan inovasi menjadi fondasi penting untuk terus menjadikan RSUD Dr. Soetomo sebagai kebanggaan Jawa Timur dan rumah sakit rujukan unggulan yang terus meningkatkan mutu pelayanan berstandar internasional,” tutur Khofifah.
Ia juga mengingatkan bahwa RSUD Dr. Soetomo memiliki sejarah panjang dalam pelayanan kesehatan. Bahkan, usia rumah sakit tersebut lebih tua dibandingkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang pada 2026 memasuki usia ke-81 tahun.
“RSUD Dr. Soetomo ini lebih senior daripada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri. Pemprov Jatim bulan ini memperingati hari jadi ke-81, sedangkan RSUD Dr. Soetomo sudah berusia 88 tahun. Berbagai capaian dan prestasi luar biasa telah diraih,” ujarnya.
Lebih jauh, Khofifah ingin peningkatan kualitas rumah sakit daerah mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di dalam negeri.
Menurutnya, semakin baik fasilitas dan kemampuan tenaga medis Indonesia, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan pelayanan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.
“Kita berharap bisa menghemat devisa dengan memberikan substitusi layanan di dalam negeri. Masyarakat yang sebelumnya merasa lebih percaya diri jika mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri, sekarang juga semakin percaya diri untuk mendapatkan layanan di RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.
Dorong Pengembangan Layanan Stem Cell
Selain mempertahankan kualitas layanan yang sudah berjalan, Khofifah juga mendorong RSUD Dr. Soetomo mengembangkan pelayanan kesehatan berbasis teknologi kedokteran, salah satunya layanan stem cell atau sel punca.
Menurutnya, persiapan pengembangan layanan tersebut telah mulai dilakukan. Namun, terdapat kebutuhan fasilitas laboratorium dengan spesifikasi khusus dan peralatan yang membutuhkan investasi besar.
Khofifah mengungkapkan, dirinya telah mengunjungi pusat layanan stem cell di Jawa Tengah untuk melihat kesiapan fasilitas. Peluang kerja sama juga mulai terbuka setelah misi dagang ke Arab Saudi pada akhir bulan sebelumnya.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat pihak yang menunjukkan ketertarikan untuk mendukung persiapan peralatan laboratorium. Tim terkait bahkan telah turun untuk menyiapkan sejumlah kebutuhan.
“Memang laboratoriumnya membutuhkan biaya besar. Saya sudah mengunjungi sentra stem cell di Jawa Tengah. Ketika kita melaksanakan misi dagang ke Arab Saudi pada akhir bulan lalu, ada pihak yang tertarik dan timnya sudah turun untuk menyiapkan beberapa peralatan laboratorium yang dibutuhkan,” jelasnya.
Khofifah menegaskan, pengembangan layanan stem cell dapat dilanjutkan apabila seluruh persyaratan dan perizinan telah terpenuhi sesuai ketentuan.
Ia optimistis, dukungan fasilitas laboratorium dan kapasitas tenaga medis yang memadai akan memperkuat kemampuan Indonesia menyediakan layanan kesehatan berteknologi tinggi.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita, mengatakan peringatan HUT ke-88 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan dan menyelamatkan kehidupan masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan mempertahankan akreditasi internasional JCI kategori Academic Medical Center untuk ketiga kalinya berturut-turut tanpa remedial merupakan salah satu capaian penting rumah sakit.
“Capaian ini menjadi bukti nyata konsistensi rumah sakit dalam membangun budaya mutu, keselamatan pasien, pendidikan klinis, serta tata kelola berstandar global,” katanya.
Sebagai rumah sakit rujukan utama sekaligus rumah sakit pendidikan, RSUD Dr. Soetomo juga terus memperkuat integrasi pelayanan medis, pendidikan, dan penelitian.
Cita Rosita menambahkan, pengembangan Research Hub menjadi salah satu upaya mengoptimalkan kolaborasi antara rumah sakit, akademisi, regulator, dan industri untuk menghasilkan inovasi kedokteran.
Dengan capaian akreditasi internasional dan rencana pengembangan layanan unggulan, RSUD Dr. Soetomo diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Jawa Timur maupun Indonesia
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar