12 Tahun Operasi Katarak Gratis Banyuwangi, Ribuan Warga Terbantu

Rabu, 14 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di Markas PMI Banyuwangi, Selasa (13/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis di Markas PMI Banyuwangi, Selasa (13/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 4.869 warga telah terbantu melalui program operasi katarak gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi dan John Fawcett Foundation (JFF) sejak 2014. Program yang telah berjalan selama 12 tahun ini kembali digelar pada 13–18 Oktober 2026 dengan target 400–450 pasien menjalani operasi.

Pada pelaksanaan kali ini, tercatat 817 warga telah mendaftar untuk mendapatkan layanan tersebut. Program ini terutama menyasar masyarakat dari keluarga kurang mampu agar dapat mengakses pelayanan kesehatan mata tanpa terbebani biaya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi konsistensi PMI Banyuwangi dan JFF dalam membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan mata. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang terbantu.

“Terima kasih PMI dan John Fawcett Foundation yang konsisten memberikan layanan ini. Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berkelanjutan sehingga semakin banyak warga yang terbantu mendapatkan kembali penglihatannya,” kata Ipuk saat membuka kegiatan di Markas PMI Banyuwangi, Selasa (13/10/2026).

Menurut Ipuk, peningkatan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi pemerintah, organisasi kemanusiaan, tenaga medis, dan elemen masyarakat diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Selain operasi katarak, kegiatan tersebut juga menyediakan sejumlah layanan kesehatan mata lainnya. Layanan itu meliputi pemeriksaan mata gratis bagi 1.500–2.000 orang, penanganan 800 pasien dengan gangguan refraksi, pemberian 500 botol obat mata, serta penggantian bola mata palsu atau protesa bagi 15–20 pasien.

Pelayanan melibatkan sembilan dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari Dinas Kesehatan, PMI, dan berbagai unsur lintas sektor. Operasi dilaksanakan di dua lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.

Project Manager JFF, Komang Wardhana, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan mata masyarakat Banyuwangi.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan senantiasa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Banyuwangi,” ujarnya.

Manfaat program ini dirasakan Agus Nurcahyo (53), warga Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Ia telah dua kali menjalani operasi katarak melalui program tersebut.

Lima tahun lalu, Agus menjalani operasi pada mata kanan. Dalam pelaksanaan kali ini, ia menjalani operasi untuk mata kirinya.

“Sekarang gantian yang kiri. Alhamdulillah sangat membantu dan gratis. Sekarang saya bisa melihat lagi dengan normal,” kata Agus.

Bantuan serupa juga dirasakan Siti Aminah (25). Ia mendapatkan bantuan bola mata palsu setelah mengalami kecelakaan saat masih kecil yang menyebabkan bola mata kirinya rusak dan tenggelam.

Bagi Aminah, bantuan tersebut bukan sekadar perubahan fisik, tetapi juga membantu meningkatkan kepercayaan dirinya ketika berinteraksi dengan orang lain.

“Senang sekali punya bola mata palsu. Jadi lebih percaya diri karena terlihat seperti orang normal lainnya. Selama ini, jujur saya minder karena mata saya cuma satu,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PKG di Puskesmas Kamal Baru 41 Persen, Bangkalan Perkuat Sosialisasi
MotoGP Mandalika 2026, Begini Sistem Respons Darurat Tim Medis
RSUD Ruslan Mataram Edukasi Pasien soal Kecemasan dan Insomnia
Jember Siapkan 38 Mobil Cinta, 31 Unit Siap Antar Pasien Pulang Gratis
Direktur RSUD H Moh. Ruslan Jadi Narasumber FRES 2026
Wajah Tiba-Tiba Mencong, Jangan Panik Dulu! dr. Agustina Bongkar Bedanya Bell’s Palsy dan Stroke
Bukan Sekadar Jamban, Tim Nasional Uji Perubahan Perilaku Warga Sidoarjo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

12 Tahun Operasi Katarak Gratis Banyuwangi, Ribuan Warga Terbantu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:38

PKG di Puskesmas Kamal Baru 41 Persen, Bangkalan Perkuat Sosialisasi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:14

MotoGP Mandalika 2026, Begini Sistem Respons Darurat Tim Medis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:07

RSUD Ruslan Mataram Edukasi Pasien soal Kecemasan dan Insomnia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:08

Jember Siapkan 38 Mobil Cinta, 31 Unit Siap Antar Pasien Pulang Gratis

Berita Terbaru

Pemerintahan

Dandim Kendal Tekankan Sinergi TNI dan Pers, Ini Tujuannya

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:20